Kurikulum Polima, Jurus Pemkot Baubau Bentuk Karakter Anak

banner 468x60

BAUBAU, TOPIKSULTRA.COM — Nilai budaya Polima sebagai kristalisasi Pancasila diyakini berbanding lurus dengan program “Revolusi Mental” yang digaungkan Presiden RI, Joko Widodo. Tak heran bila Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin menuangkan nilai budaya Polima ini dalam kurikulum pendidikan di daerah.

Kurikulum itu masuk dalam muatan lokal di Sekolah Dasar (SD) di Kota Baubau. Budaya Polima (Pomaa-masiaka, Popia-piara, Pomae-maeaka, Poangka-angkataka dan Pobinci-binciki kuli) diajarkan sejak dini dan disajikan bentuk buku kurikulum agar generasi muda mendatang tumbuh dengan karakter moral yang kuat.

“Itulah awal pemikiran kita. Jadi gema Polima ini lahir dari kegalauan akibat tergerusnya kepercayaan masyarakat kepada pemimpin akibat globalisasi. Sehingga lahir sifat individualistis dan kebebasan yang tak terkendali,” katanya.

Begitu juga perubahan karakter masyarakat. Banyak sifat mulai dari anak-anak hingga dewasa yang telah menyimpang dari budaya sehingga bisa menimbulkan anarkisme yang mengancam keutuhan daerah, bangsa dan negara.

Kata dia, nilai budaya Polima sangat mendasar bagi kehidupan bermasyarakat. Nilai ini dapat dijadikan dasar dalam hal menciptakan suasana kedamaian dan harmoni membangun daerah dan bangsa.

“Kita akan membentuk tim pengkaji kebudayaan dibidang pembangun. Tim akan bertugas mengurai butir-butir dalam nilai luhur Polima,” katanya.

Po-lima (Pomaa-masiaka, Popia-piara, Pomae-maeaka, Poangka-angkataka, Pobinci-binciki kuli)

“Misal dalam Pancasila sila pertama, itu ada butir yang menjelaskan bagaimana implementasinya. Nah, dalam Polima juga akan kita tuangkan butir itu. Contoh Poma-masiaka. Bagaimana butirnya dalam implementasi dalam masyarakat, sehingga nilai ini benar-benar menyentuh dan bisa mendarah daging sehingga kita benar-benar saling menyayangi,” tambahnya.

Bila butir-butir ini sudah bisa dirangkum, kurikulum yang saat ini baru dikhususkan untuk siswa SD maka kedepan akan ditingkatkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dengan landasan Polima sebagai kristalisasi Pancasila ini, orang nomor satu di Baubau berharap besar bisa menguatkan karakter dan moral anak bangsa dari kemerosotan mental selaras dengan Revolusi Mental yang digaungkan Presiden RI, Joko Widodo. Khususnya di Baubau dan masyarakat Indonesia pada umumnya.(adv/hdr)

Editor

Comment