Lantik 109 Kades Definitif, Tafdil: Jangan Sewenang-wenang Ganti Aparat

Berita, Bombana732 Views
banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, BOMBANA —┬áBupati Bombana, Tafdil mengingatkan kepada 109 Kepala Desa Definitif yang baru dilantik agar tidak secara sewenang-wenang melakukan pergantian aparat Desa.

Hal tersebut disampaikan Tafdil usai melantik 109 Kepala Desa Definitif, di tribun Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Bombana yang terletak di Ruang terbuka Hijau RTH, Kecamatan Rumbia, Kamis, (14/4/2022).

Menurut Tafdil, sesuai dengan Peraturan Menteri dalam Negeri (Permendagri) No 83 Tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat Desa.

Selain itu Perda No 3 2021 yang menerangkan pergantian aparat Desa hanya dapat dilakukan apabila yang bersagkutan (aparat desa tersebut) meninggal dunia, atas permintaan sendiri dan diberhentikan.

“Jangan program pertama yang dilakukan kepala desa adalah mengganti aparat desa. Saya ingatkan bukan tidak bisa mengganti tapi ada prosedurnya., dan prosedurnya itu harus dilewati sesuai tahapan,” ujar Tafdil.

Ditambah lagi kata Bupati dua Periode ini, sekarang sudah ada nomor induk perangkat desa (NIPD) yang hal tersebut telah menjadi dasar dan legalitas pemberian gaji bagi para aparat pemerintah di desa.

“Kalau diganti dan yang menggantikan belum terdaftar di NIPD. yang menggantikan tidak akan menerima gaji., gajinya tetap pada perangkat lama,” urai tafdli.

Karenanya, Tafdil lebih menekankan agar para kepala Desa baru ini lebih fokus saja pada penyusunan Rencana Program Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

“Yang memuat Vis-misi, tujuan, strategi, kebijakan yang sudah dijanjikan kepada masyatakat pada saat kampanye. Itu secepatnya,” ucap Tafdil.

“Saya harapkan semua bisa berjalan dengan baik. Garuda sudah di dada, jadi mulai hari ini kita sudah menjadi pelayan masyarakat, bukan pemimpin, kita sebagai pelayan masyarakat,” tambahnya.

Diketahui pada Peraturan Menteri dalam Negeri (Permendagri) No 83 Tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat Desa dijelaskan pada pasal 5:

(1) Kepala Desa memberhentikan Perangkat Desa setelah berkonsultasi dengan Camat.

(2) Perangkat Desa berhenti karena:

a. Meninggal dunia; b. Permintaan sendiri; dan c. Diberhentikan.

(3) Perangkat Desa diberhentikan sebagaimana dimaksud pada

ayat (1) huruf c karena:

a. Usia telah genap 60 (enam puluh) tahun;

b. Dinyatakan sebagai terpidana berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;

c. Berhalangan tetap;

d. Tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai Perangkat Desa; dan

e. Melanggar larangan sebagai perangkat desa.

(4) Pemberhentian Perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, dan huruf b, ditetapkan dengan keputusan Kepala Desa dan disampaikan kepada Camat atau sebutan lain paling lambat 14 (empat belas) hari setelah ditetapkan.

(5) Pemberhentian Perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c wajib dikonsultasikan terlebih dahulu kepada Camat atau sebutan lain.

(6) Rekomendasi tertulis Camat atau sebutan lain sebagaimana dimaksud ayat (4) didasarkan pada persyaratan pemberhentian perangkat Desa.

Laporan: Refli

Editor

Comment