Pemkab Kolut Proyeksi Pendapatan dan Kebijakan Belanja 2024 Meningkat

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) memproyeksi rencana pendapatan dan kebijakan belanja 2024 mendatang lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Gambaran itu disandarkan pada realisasi tahun sebelumnya yang diklaim cemerlang.

Sekretaris Kabupaten Kolut, Dr.Taupiq S, SP. MM mengungkapkan Pemerintah Kabupaten memproyeksi rencana pendapatan daerah 2024 sebesar Rp702,49 Miliar. Hal itu diluar penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK), dana intensif, Dana Desa (DD) dan dana hibah pusat.

“Diproyeksi lebih tinggi karena di tahun sebelumnya hanya mencapai Rp 649,09 Miliar,” ujar Taupiq dihadapan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) saat membacakan sambutan Penjabat (Pj) Bupati Kolaka Utara pada sesi kedua Rapat Paripurna, Senin (10/7/2023).

Lebih lanjut, Taupiq mengurai, komponen penerimaan itu diperoleh melalui PAD senilai Rp 45,15 Miliar, pendapatan transfer Rp 648,37 Miliar dan penerimaan lainnya yang sah sejumlah Rp 8,9 Miliar.

Sedangkan pada kebijakan belanja, sambung Taupiq, pemda memproyeksi lebih tinggi sebesar Rp718,3 Miliar yang sebelumnya hanya Rp709,9 Miliar. Kebijakan pembiayaan hanya bersumber dari sisa lebih tahun sebelumnya sebanyak Rp18,8 Miliar.

“Alokasi pengeluarannya hanya Rp3 Miliar yang diperuntukkan untuk penyertaan modal,”ungkapnya

Menurut Taupiq, realisasi APBD 2022 berhasil melampaui target dari Rp909 Miliar menjadi Rp936,44 Miliar atau 102,96 persen. Sementara dari sisi belanja terealisasi Rp873 Miliar atau 95,89 persen dari target Rp910 Miliar.

“Diberi penghargaan sebagai serapan anggaran tertinggi di level provinsi,” ucapnya

Menurutnya, Kolaka Utara memperoleh pembiayaan netto Rp1,91 Miliar sebagai selisih dari realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp51,91 Miliar. Total realisasi pengeluaran pembiayaan dicatat senilai Rp50 Miliar.

“embiayaan netto Rp1,91 Miliar sebagai selisih dari realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp51,91 Miliar. Total realisasi pengeluaran pembiayaan dicatat senilai Rp50 Miliar.” ungkapnya.

Laporan : Ahmar

Editor

Comment