Penerangan dan Keamanan Dominasi Keluhan Masyarakat Kecamatan Kadia

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KENDARI – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari Subhan, ST menjemput aspirasi masyarakat Kecamatan Kadia dalam rangka masa Reses I tahun sidang 2022-2023 yang diadakan di Kantor Kecamatan Kadia, Rabu (26/10/2022).

Pada kesempatan itu, Subhan menerima sejumlah keluhan dari masyarakat. Dimana masalah penerangan menjadi keluhan yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat Kecamatan Kadia.

Menurut beberapa warga yang ikut menyampaikan aspirasinya, mereka percaya bahwa minimnya penerangan menjadi pemicu berbagai aksi kejahatan.

Salah satunya disampaikan oleh Ketua RT 007 Kelurahan Bende, Juhria, mengungkapkan aksi pencurian serta kejahatan lainnya kerap terjadi dilingkungannya, dan minimnya penerangan jalan ini bagian dari pemicu.

“Penerangan dilingkungan saya itu sangat minim, dan yang paling sering terjadi adalah pencurian dan penempelan,” ungkap Juhria

Selain itu, aksi pembegalan serta pembusuran juga selalu terjadi di kawasan-kawasan yang tidak memiliki penerangan.

Menjawab keluhan masyarakat, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan, sebenarnya pihak pemerintah telah menghadirkan program Kendari Terang untuk menjawab permasalahan tersebut. Namun demikian, Ia mengaku kalau program tersebut memang belum bisa menyentuh seluruh daerah di Kota Kendari.

Program Kendari Terang sendiri merupakan program yang dihadirkan pada tahun 2017 untuk menjawab masalah pembegalan yang saat itu marak terjadi.

“Program ini merupakan bagian yang sudah terkoneksi dan sudah menjadi program kita bersama, sehingga beberapa titik yang belum menyala akan kita nyalakan,” kata Subhan.

Subhan bilang, dalam menjawab masalah keamanan ini, pemerintah juga akan mengembalikan fungsi pos kamling, sehingga masyarakat diharapkan bisa ikut menjaga keamanan di lingkungannya.

Karena menurutnya, partisipasi masyarakatlah yang berperan paling penting untuk mengatasi masalah keamanan ini.

“Tentu bukan hanya dengan bentuk fisik seperti lampu dan pos kamling, tapi bagaimana kita membina dan mendidik generasi muda agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan orang lain,” ujarnya

Selain masalah penerangan dan keamanan, Subhan juga telah mencatat beberapa masalah yang dieluhkan masyarakat Kecamatan Kadia, diantaranya permasalahan sampah, drainase, jalan rusak, hingga upah ketua RT atau RW yang dinilai terlalu kecil.

“Semua sudah kita catat agar masukan mereka bisa ditindak lanjuti,” kata Subhan

Kami berharap bahwa semua bisa dilaksanakan tahun depan, tapi kembali lagi bagaimana penyesuaian anggaran Kota Kendari, tutupnya.

Laporan: Rahmat Rahim

Editor

Comment