Perambaham Hutan Jadi Ancaman Mata Air di Mubar

Berita, Muna Barat200 Views
banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, MUNA BARAT – Saat ini kondisi hutan di Kabupaten Muna Barat (Mubar) menjadi perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Mubar. Pasalnya, akibat beberapa ulah masyarakat yang melakukan perambahan hutan sehingga mengancam mata air dari kekeringan.

Untuk itu, Penjabat (Pj) Bubati Kabupaten Mubar, DR. Bahri mengajak masyarakat agar merawat hutan dan mata air yang ada di seluruh pelosok Mubar.

Mubar memiliki persediaan air bersih cukup melimpah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari – hari. Termasuk kebutuhan untuk pertanian.

Bahri meminta agar kawasan mata air wajib dijaga sebagai upaya dalam mempertahankan ketersediaan air bagi keberlangsungan hidup di masa depan.

“Saya mengajak dan meminta kepada seluruh masyarakat Mubar agar kawasan hutan dan mata air bisa dijaga,” kata Bahri. Rabu, 16/8/2023.

Menurutnya, kondisi lingkungan di area Kesmen mata air saat ini debit airnya terancam menurun. Hal itu akibat ulah masyarakat yang tidak bertanggung jawab dengan melakukam perambahan hutan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemda akan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) terkait perlindingan hutan di kawasan mata air.

“Kedepan akan ada sanksi tegas untuk perambah hutan kawasan mata air. Mengenai sanksinya akan termuat di dalam Perda. Untuk skrng kita sedang menyusun naskahnya kemudian 2024 kita tetapkan,” tegas Bahri.

Menurut Bahri, Muna Barat berada di posisi sangat strategis bagi konservasi air. sebut saja Tiworo Raya yang sumber airnya berasal dari kali lakanaha termasuk irigasi marobea. Meskipun Mubar memiliki sumber daya air akan tetapi saat ini patut prihatin, karena ulah para perambah hutan.

Oleh karena itu, Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri ini berharap kepada seluruh Camat, Kepala Desa, untuk secara aktif ikut melakukan upaya melestarikan alam dengan menjaga sumber air yang ada disekitar.

“Saya juga mengajak seluruh masyarakat Mubar, untuk menjaga sumber air di sekeliling kita, fakta bahwa sebagian besar masyarakat bermata pencaharian pada sektor pertanian, tentu saja ini membutuhkan sumber daya air yang cukup,”katanya.

Selain itu, jebolan 07 STPDN itu juga mengingatkan, akibat dari penebangan pohon dapat berdampk fatal bagi banyak orang. Saat ini ancaman El Nino juga sudah diperingatkan oleh banyak pihak. Mendagri telah meminta kepada para kepala Daerah agar melakukan intervensi, olehnya karena kita itu harus bersikap.

“Kita tetap terus melakukan sosialisasi dan himbauan kemudian melakukan identifikasi serta mengamankan kawasan mata air agar tidak terjadi perambahan,” pungkasnya.

Penulis : Muhammad Nur Alim.

Editor

Comment