Peringati Hari Guru dan HUT PGRI, Bupati Butur Beri Penghargaan Kepada Guru Berprestasi

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, BUTON UTARA – Bupati Buton Utara (Butur) Dr. H. Muhammad Ridwan Zakaria, M.Si memberi penghargaan kepada Wa Ode Kasriawati, S.Pd., M.M atas prestasinya sebagai Guru Penggerak Terbaik Pertama di Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara dan Guru Penggerak terbaik II di Tingkat Nasional.

Selain itu, Pemkab Butur juga memberi penghargaan kepada Nurliana, S.Pd sebagai guru SMPN Satap 1 Kulisusu sebagai peringkat pertama dalam Lomba Guru Penggerak Tingkat Kabupaten Butur

Sementara Guru SMPN 1 Kambowa, Honayapto, S.Pd., M.Pd menerima penghargaan atas prestasinya dalam Lomba Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Inovatif Tahun 2023.

Honayapto yang juga jebolan Magister Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu berhasil meraih peringkat kedua dalam lomba tersebut.

Ia menerima penghargaan langsung dari Bupati Butur, Dr. H. Muh. Ridwan Zakariah, M.Si pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-78 di Lapangan Raja Jin, Kecamatan Kulisusu, Sabtu (25/11/2023).

Bupati Butur H. Muhammad Ridwan Zakaria saat membacakan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam upacara tersebut menyampaiakan, peringatan Hari Guru merupakan momentum untuk mengapresiasi dan menghormati jasa para guru yang telah mengabdikan diri untuk mendidik generasi penerus bangsa.

Dikatakan, Kemendikbudristek mengangkat tema “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar”. Tema ini dipilih untuk mengeraskan peran guru sebagai penggerak utama dalam transformasi pendidikan Indonesia.

“Guru adalah kunci utama dalam transformasi pendidikan, gurulah yang memegang peranan penting dalam mengembangkan potensi peserta didik, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing,” ungkap Ridwan Zakariah.

Selanjutnya dikatakan, guru-guru yang telah mengikuti program guru penggerak menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam pembelajaran serta mereka juga menjadi lebih mampu untuk menginspirasi dan menggerakkan peserta didik.

“Menjadi guru penggerak diperlukan kompetensi dan kualifikasi yang tinggi, guru penggerak harus memiliki kemampuan untuk menginspirasi, menggerakkan dan memberdayakan peserta didik, serta dapat menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat,” tutup Ridwan Zakariah.

Saat dihubungi, Honayapto mengaku bangga atas penghargaan yang telah diberikan kepadanya, karena daerah melihat ini sebagai bentuk prestasi yang perlu diapresiasi.

“Mendapat perhatian seperti ini dari pemerintah daerah tentu saja kebanggaan terbesar bagi kami,” imbuh Koordinator Kapten Belajar.id Kabupaten Butur itu.

Laporan: Aris

Editor

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment