Pihak RSUD Bombana Diduga Tolak Pasien

Berita, Kesehatan132 Views
banner 468x60

BOMBANA, TOPIKSULTRA.COM — AB (32) warga Desa Lantawanua dengan keluhan pusing dan sakit pada bagian uluhati dipulangkan petugas jaga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bombana, tanpa penanganan, pada Minggu,(29/3/2020).

AS (26) Istri AB menuturkan, awalnya suaminya itu sudah dilarikan ke Puskesmas Rumbia, namun oleh petugas yang berjaga, AB disarankan untuk dibawa ke RSUD Bombana dengan alasan tidak ada dokter yang siap menangani pasien di Puskeemas tersebut.

“Di RSUD saja supaya langsung ditangani. Besok menyusul Surat Rujukannya,” ucapnya menirukan perkataan petugas yang berjaga di Puskesmas Rumbia.

Tak menunggu lama, dengan menggunakan mobil miliknya langsung saja AB dibawa ke RSUD Bombana oleh istrinya dan di temani seorang supir.

Setelah tiba di depan gerbang RSUD, AB langsung diberhentikan oleh petugas SatPol yang berjaga dan langsung diberi berbagai macam pertanyaan yang mengarah ke ciri dan gejala COVID- 19.

“Saya jawab, suamiku tidak pernah kemana-mana, dalam kampung terus, kerja. Keluhannya juga pusing dan sakit di bagian uluh hati. Seminggu lalu juga sudah pernah di Klinik Sunandar dan dibilang asam lambungnya yang kambuh lagi,” ujarnya.

AS mengatakan, petugas yang berjaga mengeluarkan alat komunikasi dan menghubungi seseorang.

“Setelah itu kita disuruh pulang dan disuruh nanti datang besok. Katanya sekalian dengan surat rujukannya,” ucapnya.

Menyikapi penolakan itu, AS berencana akan membawa suaminya itu ke klinik terdekat, guna mengantisipasi kondisi kesehatan suaminya yang semakin memprihatinkan.

Dikonfirmasi, Direktur RSUD Bombana, Riswanto mengatakan, ia belum mendapatkan informasi terhadap pasien yang dipulangkan. Katanya, jika benar terjadi demikian, ia sangat menyayangkan kinerja Satpol yang berjaga. Sebab menurutnya, yang bisa memulangkan pasien hanyalah dokter.

“Satpol tidak berhak menyuruh pasien pulang, kecuali terkait COVID-19. Sebelum dia ke rumah sakit, dia harus melapor dulu di Surveylan di Puskesmas,” ucapnya, Minggu,(29/3/2020).

Ia menduga, alasan pasien dipulangkan tanpa ada penanganan tersebut, karena pasien tidak masuk dalam kategori emergency.

“Tidak masuk emergency mungkin. Karena memang ketentuannya yang bisa masuk IGD adalah pasien emergency. Kan yang lebih tahu teknisnya di situ ada dokter jaga,” urainya.

Laporan: Refli

Editor

Comment