Pj Bupati Mubar Mengaku Terbuka dan Tidak Anti Kritik

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, MUNA BARAT – Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) dr. Bahri sangat menyayangkan oknum yang mengeritik dirinya terkait visi-misi pembangunan di Mubar.

Sejak dilantik 5 Mei 2022 lalu, kinerja Bahri selama kurang lebih delapan bulan menjabat sebagai Pj. Bupati Mubar, selalu dihubung-hubungkan dengan pencitraan politik. Bahkan ada oknum yang menuding dirinya memiliki kinerja buruk bedasarkan penilaian kinerja Kemendagri. Hal tersebut sangat disayangkan Bahri, pasalnya sampai saat ini belum ada hasil rilis yang dikeluarkan secara resmi oleh Kemendagri.

“Hingga saat ini Kemendagri belum merilis hasil kinerja, kemudian saya hanya sayangkan kepada oknum yang mengaku tokoh di Muna Barat, tetapi kerjanya hanya fitnah,” sentilnya.

Bahri mengaku, tidak menutup diri maupun alergi dengan kritikan. Ia mempersilahkan bagi yang mau beraudiens dengannya.

“Di manapun, di Muna Barat, Kendari atau di Jakarta, saya siap ladeni. Jangan hanya berkoar-koar di media, tunjukkan juga data dan faktanya,” tantangnya.

Untuk itu l, pihaknya berencana akan mengundang seluruh tokoh masyarakat yang tersebar di Mubar.

“Nanti saya akan undang semua yang mengaku tokoh Mubar untuk hadir dalam konsultasi publik di Mubar, jangan sampai tidak hadir,” tegas Bahri.

Sebelumnya, diberitakan disalah satu media, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin)Sultra, Rahmat Apiti, menyindir kinerja Bahri yang justru mendapatkan ‘rapor merah’ dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Hasil evaluasi Kemendagri kinerjanya buruk. Jadi tidak usah pencitraan, kami muak dengan Penjabat (Pj) yang doyan pencitraan,” sindir Rahmat.

“Sebagai deklarator Mubar, saya menyesalkan kehadiran Bahri yang justru jadi bencana sosial masyarakat,” tambahnya lagi.

Mantan Direktur Rajiun Center ini menyarankan Mendagri untuk menarik Bahri dari Pj. Bupati Mubar dan menggantinya dengan pejabat lain yang pro masyarakat.

“Pj Bupati Mubar rapornya merah, jadi buat apa lagi dibanggakan pejabat berlabel merah, cuman omong doang tidak punya konsep,” ujarnya.

“Kalau punya konsep berani nggak berdebat gagasan didepan publik? Kalau berani saya undang debat terbuka dan kalau perlu di Aula Rapat Kemendagri,” pinta Rahmat.

Penulis : Muhammad Nur Alim

Editor

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment