Pj Kolut Evaluasi OPD, Lima Dinas Hanya Serap 50 Persen Anggaran 

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA —- Ada 5 Dinas di Kabupaten Kolaka Utara yang mempunyai serapan anggaran paling rendah dan berada dibawah 50 persen. Hal itu disampaikan Penjabat Bupati (Pj.) Kolaka Utara pada saat memimpin rapat evaluasi penyerapan realisasi fisik dan keuangan bersama para OPD dikantor Bupati.

Penjabat Bupati (Pj.) Kolaka Utara, Parinringi, SE.M.Si menjelaskan bahwa anggaran diluar fisik seperti ATK, makan minum dan kegiatan lainnya agar segera digunakan secepatnya, pasalnya proses penggunaan anggaran tahun ini, kurang lebih 2 bulan lagi dan akan memasuki tahun anggaran baru 2023.

“Kalau anggaran diluar fisik, habiskan saja, jangan di simpan-simpan lagi, kalau ada perjalanan dinas, yah gunakan. ATK, makan minum itu digunakan saja,” ujar kepada topiksultra.com saat ditemui dikantornya.Rabu (26/10/2022)

Lebih lanjut Parinringi mengungkapkan para OPD bisa menyajikan laporan serapan anggarannya dengan sebenar-benar, apalagi semester sebelumnya kita berada di rangking kedua serapan anggaran tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Jangan sampai serapan anggaran kita akhir bulan Oktober ini menurun, apa yang menjadi kendala harus segera di selesaikan,” pintanya.

Menurutnya, sementara masih ada 5 Dinas dengan serapan anggaran terendah yakni Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dengan persentase 51,55 %, Dinas Sosial 55,7 %, Dinas Perikanan 56,14, Dinas PUPR 57,4 ℅, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 57,13%.

“Sedangkan 5 Dinas yang serapan paling tinggi ada Dinas Perindustrian 85%, Dinas Perdagangan 83,43%, Dinas Kepemudaan dan Olahraga 83,13%, Dinas Perumahan 81,17%,dan Badan Kesbangpol 80,97 %.,” terangnya

Terpisah, Kepala Dinas Pengendalian penduduk dan KB Dra. Hj Hj.Hasrayani mengungkapkan bahwa penyebab dinas yang dipimpinnya kurang dalam serapan anggarannya karena seharusnya anggaran yang di alokasikan pada bulan Januari namun baru bisa terealisasi di akhir bulan april.

“Kami juga sempat kehilangan Bendahara selama dua bulan jadi itu juga menjadi penyebabnya, namun kami akan berupaya memaksimalkan serapan anggaran kami,” katanya.

Sementara itu, Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Utara Muhammad Idris meminta kepada kuasa pengguna anggaran agar menjalin komunikasi yang baik dengan bendahara, pasalnya banyak kuasa pengguna anggaran yang gonta ganti bendahara. Bahkan dalam setahun mengganti bendaharanya hingga Tiga kali.

“Kepala Dinas harusnya konek betul dengan bendahara, jangan persoalan kecil ganti lagi, kami harap Dinas terbuncit dalam serapan anggarannya yang tersisa 1,5 bulan lagi ini lebih maksimal, ” pungkasnya

Laporan : Ahmar

Editor

Comment