Polres Kolaka Utara Didemo Masyarakat Desa Tambuha

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KENDARI — Puluhan masyarakat Desa Tambuha, Kecamatan Watunohu, Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara demonstrasi di depan Mako Polres Kolaka Utara pada Rabu (20/4/2022).

Mereka yang datang dengan Aliansi Masyarakat Kolut Anti Mafia Tanah (Amarah) meminta Sat Reskrim Polres Kolaka Utara mengusut tuntas dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan inisial HA.

Mereka juga meminta pihak kepolisian untuk segera menetapkan HA menjadi tersangka kasus tersebut.

“Dan secepatnya memeriksa secara intensif dan maraton para oknum aparatur Pemerintah Desa Tambuha dan Kecamatan Watunohu, pihak pembeli dalam hal ini AS, dan Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kolaka Utara,” kata Ketua Koordinator Aksi, Haswin Kaso usai menggelar demonstrasi.

Mereka juga meminta polisi memeriksa semua pihak yang terlibat dan ikut serta dalam pengalihan tanah hak milik almarhum Hj. Banong yang diduga dilakukan para mafia tanah.

“Meminta dan mendorong Polres Kolaka Utara dalam hal ini Satreskrim Polres Kolaka utara untuk menetapkan tersangka aksi Upaya Penyerobotan paksa atas tanah dengan dugaan kekerasan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh DAS Bersaudara,” katanya.

Massa juga meminta Kapolres Kolaka Utara untuk membebaskan H.Jufri beserta keluarganya demi hukum karena mereka anggap sebagai upaya membela diri sebagaimana Pasal 49 ayat 1 dan 2 KUHP.

“Jika kasus ini tidak ditindaklanjuti, kami akan melaporkan hal ini kepada Kompolnas RI, Propam Polri, dan Kapolri untuk mengatensi kinerja buruk Kapolres dan Satreskrim Polres Kolaka Utara,” ancamnya

“Kami menghormati segala upaya pihak Polres Kolaka Utara untuk mengungkap, memenuhi, dan memberi rasa keadilan terhadap masyarakat kecil dalam mengawal dan menangani perkara ini sesuai slogannya menuju Polisi yang Presisi,” tandasnya.

Laporan: Ahmar

Editor

Comment