Tak Hanya Salurkan Bibit, Dinas TPH Kolut Dampingi Petani Hingga Sukses Panen Bawang Merah

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, mendampingi Kelompok Tani Garden Latsitarda melaksanakan panen bawang merah bersama di lahan seluas kurang lebih empat hektare, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan panen tersebut turut dihadiri Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kolaka Utara, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kolut, Nusba Nuhung, S.Pd., serta Kepala Bidang Hortikultura, Syamsuardi Nurdin, S.E.

Panen bawang merah ini merupakan hasil pendampingan berkelanjutan yang dilakukan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura terhadap kelompok tani penerima bantuan bibit. Selain memberikan bantuan sarana produksi, dinas juga terus melakukan pembinaan hingga tanaman berhasil tumbuh, berkembang, dan siap dipanen.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kolaka Utara, Syamsuardi Nurdin, mengatakan bahwa bantuan bibit bawang merah pernah disalurkan kepada kelompok tani tersebut pada tahun sebelumnya dengan jumlah sekitar 750 kilogram.

“Setelah bantuan diberikan, tugas kami tidak berhenti sampai di situ. Kami terus melakukan pendampingan dan pengawalan kepada kelompok tani agar tanaman yang dibudidayakan dapat berkembang dengan baik, berhasil, dan siap dipanen,” ujar Syamsuardi kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, peran Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan kelompok tani mampu mengelola usaha taninya secara berkelanjutan.

“Kami rutin turun ke lapangan untuk mendampingi kelompok tani. Tujuan kami bukan sekadar memberikan bibit, tetapi bagaimana tanaman itu bisa tumbuh, berhasil, dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani,” katanya.

Syamsuardi menjelaskan bahwa pengembangan bawang merah di Kolaka Utara saat ini masih terfokus di dua kecamatan, yakni Kecamatan Lasusua dan Kecamatan Rante Angin. Sementara untuk wilayah lain, program pengembangan komoditas hortikultura lebih diarahkan pada tanaman cabai sesuai potensi dan kebutuhan daerah.

“Tahun ini kami juga mengusulkan bantuan untuk komoditas hortikultura lainnya, termasuk bawang merah dan cabai. Namun pelaksanaannya masih menunggu alokasi program dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan budidaya bawang merah yang dilakukan Kelompok Tani Garden Latsitarda menjadi contoh bahwa bantuan pemerintah dapat berkembang apabila dikelola secara serius oleh petani.

“Kami berharap kelompok tani yang sudah berhasil tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Bantuan itu seharusnya menjadi modal awal untuk dikembangkan secara mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Syamsuardi menegaskan bahwa Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura akan terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap kelompok tani binaan agar produktivitas pertanian di Kolaka Utara semakin meningkat.

“Harapan kami, kelompok tani yang telah berhasil ini bisa menjadi motivasi bagi kelompok lainnya. Pemerintah akan terus mendampingi, mengawasi, dan memberikan pembinaan sehingga usaha tani yang dijalankan dapat berkembang dan meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya.

Laporan: Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment