Tanggul Penahan Ombak Jebol, Nelayan Resah

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA – Tanggul penahan ombak sepanjang sekira 1 kilometer di jalan utama Dusun III dan IV Desa Pitulua, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) jebol dibeberapa titik akibat abrasi gelombang laut sejak 2 tahun terakhir.

Dari peristiwa tersebut, warga nelayan yang tinggal di sekitar resah, bukan hanya lokasi tambat perahu terancam tapi badan jalan desa yang berada dekat pantai juga terkikis air laut secara perlahan-lahan.

Kondisi tanggul penahan ombak ini sudah lama terjadi dan belum pernah ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara pasca Pemerintah Bupati sebelumnya.

Salah Satu Warga Desa Pitulua, Kanna SH mengatakan, pihaknya prihatin melihat kondisi tanggul penahan ombak jalan Utama Desa Pitulua Kecamatan Lasusua, dimana setiap tahunnya terkikis dan jebol oleh hantaman gelombang laut, sehingga mengancam tempat pemukiman warga sekitar dan lokasi tambak labuh perahu para nelayan.

Warga Desa Pitulua, khususnya nelayan yang bermukim di dekat pesisir pantai mulai resah karena kondisi tanggul penahan ombak mulai jebol dibeberapa titik.

“Lantai jalan mulai retak dan hancur akibat dihantam gelombang laut sejak bulan Desember- Maret 2023 dan air laut mulai masuk disekitar area sekitar pemukiman,” ungkap Kanna kepada wartawan saat diwawancarai dilokasi jalan bypass Desa Pitulua.Kamis (9/3/2023)

Lebih lanjut,Kanna memaparkan, kejadian ini sejak 2 terakhir ini sudah mulai jebol namun tak separah ini. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda untuk dilakukan perbaikan. Apabila tidak ada perhatian dari Pemkab Kolut secepatnya, maka pihaknya mulai khawatir apalagi tahun 2023 ini masih musim angin barat.

“Kalau tidak secepatnya dilakukan perbaikan tanggul penahan ombak ini, maka akan semakin rusak dan berdampak pada pemukiman warga dan tempat tambat labuh perahu karena pasti air laut langsung masuk di kedua area ini,” ujarnya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Kolaka Utara ini berharap Pemkab Kolut betul-betul memperhatikan kondisi tanggul penahan ombak. Karena ini jalan bypass ini satu-satunya akses bagi warga Desa melakukan aktivitas ke ibukota.

“Saya bersama puluhan nelayan sangat berharap agar Pemkab Kolut turun ke lokasi ini untuk melihat secara langsung kerusakan jalan bypass Desa Pitulua.”

Kanna juga menyebut, apalah artinya Piala Adipura dan sejumlah penghargaan yang diraih, sementara masyarakat masih ada menjerit dan masih membutuhkan berbagai sarana prasarana terutama perbaikan jalan bypass Desa Pitulua.

“Buat apa sederet penghargaan kita terima sementara masyarakat masih banyak yang mengeluh, terutama kerusakan jalan yang tidak dilakukan perawatan dan perbaikan,” ujarnya seraya menambahkan, pihaknya akan mendatangi kantor DPRD mempertanyakan kenapa belum dilakukan perbaikan.

Laporan : Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment

Topik Hari Ini