Wabup Kolut Soroti Patronase, ASN Diminta Bangun Karier Lewat Prestasi

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, S.E., menegaskan pentingnya pengawasan, profesionalisme, integritas, dan penerapan sistem merit dalam pengelolaan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

Penegasan tersebut disampaikan Jumarding saat memberikan arahan dalam apel gabungan yang diikuti Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretariat Daerah, kepala perangkat daerah, kepala bagian, serta seluruh ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara, Senin (31/8/2026).

Dalam arahannya, Jumarding mengatakan pengawasan merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, pengawasan diperlukan untuk memastikan setiap kewenangan digunakan dengan benar, program berjalan sesuai aturan, serta setiap kebijakan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pengawasan adalah kewajiban dalam pemerintahan. Pengawasan memastikan kewenangan digunakan dengan benar, program berjalan sesuai aturan, dan kebijakan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Jumarding melalui rilis resminya.

Ia juga mengingatkan seluruh ASN bahwa setiap jabatan merupakan amanah. Semakin tinggi jabatan yang diemban, semakin besar pula tuntutan terhadap kompetensi, integritas, kepemimpinan, dan kinerja.

“Setiap jabatan adalah amanah. Barang siapa yang menyia-nyiakan amanah, maka itu adalah bentuk pengkhianatan, dan pengkhianatan merupakan dosa besar. Karena itu, semakin tinggi jabatan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Jumarding menegaskan, pengembangan karier ASN harus didasarkan pada profesionalisme dan meritokrasi, bukan kedekatan dengan pimpinan.

Ia meminta agar praktik patronase maupun upaya memperoleh jabatan melalui hubungan pribadi dihentikan. Menurutnya, status sebagai keluarga, sahabat, kerabat, maupun orang dekat pimpinan tidak boleh menggantikan kompetensi dan prestasi seorang ASN.

“Menjadi keluarga, sahabat, kerabat, atau orang dekat pimpinan tidak boleh menggantikan kompetensi dan prestasi. Karier ASN harus dibangun berdasarkan profesionalisme dan meritokrasi, bukan kedekatan dengan pimpinan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar ASN yang minim kinerja dan inovasi tidak terus dipromosikan hanya karena memiliki kedekatan dengan pimpinan. Sebaliknya, ASN yang kompeten, berintegritas, bekerja keras, dan berprestasi tidak boleh kehilangan kesempatan hanya karena tidak pandai melakukan pendekatan.

“Kalau hal ini dibiarkan, yang rusak bukan hanya sistem karier, tetapi juga kualitas birokrasi dan kepercayaan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pengembangan karier ASN wajib mempertimbangkan kompetensi, kualifikasi, kinerja, integritas, kepemimpinan, pengalaman, serta kebutuhan organisasi secara objektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, Jumarding mengingatkan ASN agar tidak mengejar jabatan dengan mengejar orangnya.

“Jangan mengejar jabatan dengan mengejar orangnya. Kejar kompetensi, prestasi, inovasi, dan kualitas pengabdian. Tunjukkan kelayakan melalui pekerjaan,” ucapnya.

Jumarding juga meminta para pejabat menunjukkan hasil nyata dari jabatan yang diemban. Kepala dinas, misalnya, harus mampu menghasilkan terobosan, sedangkan camat dituntut meningkatkan pelayanan dan pembangunan di wilayahnya.

Setiap pimpinan perangkat daerah juga harus mampu menunjukkan capaian yang terukur serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jabatan harus menghasilkan output, outcome, dan impact. Apa yang dikerjakan, apa yang dihasilkan, dan apa manfaatnya kepada masyarakat. Bukan sekadar status, fasilitas, dan kewenangan,” jelasnya.

Ia menegaskan, ASN yang baik bukanlah mereka yang paling dekat dengan pimpinan, melainkan yang mampu memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dan masyarakat.

“Kepada para pimpinan, saya tegaskan, bangun birokrasi berdasarkan kelayakan dan kemampuan, bukan kedekatan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jumarding juga mengingatkan bahwa loyalitas ASN tidak ditujukan kepada pribadi pimpinan, melainkan kepada negara, pemerintahan, organisasi, peraturan, dan masyarakat.

“ASN bukan penjilat kekuasaan. ASN harus profesional, objektif, berani menyampaikan pendapat, memberikan kritik konstruktif, menawarkan solusi, dan mengingatkan pimpinan jika ada tindakan yang menyimpang dari ketentuan,” katanya.

Ia meminta seluruh ASN bekerja secara konsisten, baik ketika diawasi maupun saat tidak diawasi. Menurutnya, integritas seorang ASN justru terlihat ketika tidak ada orang yang melihat.

“Bekerjalah dengan baik saat diawasi dan lebih baik lagi saat tidak diawasi. Integritas terlihat ketika tidak ada yang melihat,” ujarnya.

Jumarding meyakini ASN yang kompeten, berintegritas, dan memiliki rekam jejak yang baik tidak akan mudah tergantikan. Karena itu, ia meminta ASN tidak takut kehilangan peluang jabatan hanya karena tidak melakukan pendekatan kepada pimpinan.

Ia juga mengingatkan ASN agar tidak rendah diri hanya karena tidak berada dalam lingkaran pimpinan.

“Jangan takut tidak mendapat jabatan karena tidak melakukan pendekatan. Jangan rendah diri karena tidak berada dalam lingkaran pimpinan. Bangun kapasitas diri, tingkatkan kompetensi, ciptakan inovasi, berikan pelayanan terbaik, dan biarkan prestasi berbicara,” pesannya.

Di akhir arahannya, Jumarding mengajak seluruh ASN membangun birokrasi yang sehat, profesional, objektif, dan adil.

Ia mengingatkan bahwa kerja keras, amanah, integritas, dan pengabdian akan menemukan jalan terbaik. Menurutnya, jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen pengabdian kepada masyarakat.

“Jabatan bukan hadiah bagi yang paling dekat. Jabatan adalah amanah bagi yang paling layak. Raihlah jabatan dengan kompetensi, pertahankan dengan integritas, buktikan dengan kinerja, dan gunakan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, semakin tinggi jabatan, semakin besar pula tanggung jawab dan tuntutan akuntabilitas yang harus dipenuhi.

“Mari kita bangun pemerintahan yang kuat secara struktur dan sehat secara kultur. Bekerjalah profesional, berkompetisilah secara sehat, bangun karier berdasarkan prestasi, dan jaga integritas,” katanya.

Jumarding pun menutup arahannya dengan pesan kepada seluruh ASN agar tidak mengorbankan kehormatan demi mengejar jabatan. “Jangan gadaikan kehormatan demi jabatan.”

Laporan: Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment