Warga Terdampak Abrasi Pantai Belum Dilaporkan Ke BPBD, Kades Sulaho Berdalih Sedang di Luar Daerah

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Sudah beberapa hari warga Dusun IV Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara diliputi rasa cemas akan nasib rumahnya yang nyaris ambruk akibat selalu digerus abrasi pantai.

Kepala Desa (kades) Sulaho yang saat ini dijabat Muhammad Nasir mengaku belum melaporkan kondisi rumah warganya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).Terkait empat rumah yang terdampak abrasi di dusun tersebut,

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBP) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Andi Faizal membenarkan jika hingga saat ini belum menerimah laporan kerusakan dari aparat desa setempat.

“Kami baru tahu melalui media dan memang belum ada dilaporkan dari kadesnya kepada kami,” ujar Andi Faisal saat dikonfirmasi melalui Via selulernya. Rabu (15/2/2023).

Ditempat yang terpisah, Kades Sulaho Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Muhammad Nasir yang dikonfirmasi juga membenarkan hal itu. Ia sementara dalam perjalanan menuju Makassar dan belum sempat merilis laporan.

“Saya sedang di jalan ini menuju Kota Makassar belum sempat melapor,” katanya.

Meski demikian, ia menyampaikan jika rumah yang terdampak abrasi bukan hanya empat unit tetapi sejumlah 11 bangunan. Kediaman itu milik Tajuddin, Basyir, Jafar, Andi Fadli Patola, Muh. Amir dan Baso Hermanto.

Lima unit lainnya dikemukakan milik Herman, Syaripuddin, Saharuddin, Muhammad Saiful dan Jamaluddin. “Infonya rumah Jamaluddin sudah hilang sepotong,” bebernya

Sebagaimana dikemukakan sebelumnya oleh Kepala Dusun IV Desa Sulaho, Abdullah, khusus di dusunnya terdapat empat rumah yang tiga diantaranya rusak berat. Salah satu hunian yang terpaksa ditinggal penghuninya yakni milik Basir.

Separuh badan bangunan yang diperkirakan berukuran 7×6 meter tersebut hilang pijakan digerus abrasi. Tidak ada pilihan lain, Basir dan istrinya kini terpaksa mengungsi dan menetap sementara di perumahan sekolah di dusun setempat.

Laporan : Ahmar

Editor

Comment