Waspada La Nina di Kolaka Utara, BMKG dan BPBD Ingatkan Masyarakat

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, LASUSUA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kolaka bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Utara (Kolut) menggelar sosialisasi kesiapsiagaan menghadapi La Nina dan bencana yang ditimbulkannya.

Pihak BMKG Kolaka mengingatkan terkait La Nina dan dampaknya yang berpotensi terjadi di Kolaka Utara.

“Fenomena La Nina bukan badai, tetapi fenomena yang meningkatkan intensitas curah hujan mulai 20 hingga 60 persen dari kondisi normalnya,” terang Prakirawan BMKG Kolaka, Fajar Sidiq di Lantai II Ruang Rapat BPBD Kolut pada Selasa (16/11/2021).

Menurutnya, dengan potensi terjadinya La Nina maka kewaspadaan senantiasa digalakkan baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat sendiri.

“Karena berdasarkan data dari BPBD, wilayah ini memang dikategorikan wilayah kebencanaan,” terangnya.

Ia mengungkap, La Nina diperkirakan akan terjadi puncaknya pada Januari hingga Februari 2022 dan akan cenderung menurun bulan setelahnya. Sementara pada November 2021 masih masuk fase pembukaan.

“Untuk dampak La Nina itu sendiri akan lebih ke bencana hidrometeorologinya yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Kemungkinan besar bisa terjadi juga abrasi pantai tetapi itu tipis. Yang paling menonjol dampaknya lebih ke hidrometeorologinya seperti intensitas curah yang lebih tinggi,” terangnya.

Masyarakat diminta tak panik dan disarankan tetap waspada dan cepat mencari informasi dari BMKG serta cepat mengungsi ke tempat aman jika terjadi bencana.

Kepala BPBD Kolut, Syamsuriani mengaku, pihaknya telah melakukan simulasi dengan beberapa instansi terkait dengan kesiapsiagaan bencana.

“Tentu kami berharap agar masyarakat juga ikut siaga dan waspada, jika sewaktu-waktu terjadi fenomena ini,” harapnya.

Ia mengingatkan, untuk masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau daerah yang rawan longsor, ketika terjadi hujan panjang agar mesyarakat waspada.

Untuk diketahui, La Nina berasal dari bahasa Spanyol yang berarti anak perempuan. Dalam klimatologi berarti fenomena alam di mana suhu muka laut Samudera Pasifik bagian tengah turun hingga menjadi lebih dingin daripada biasanya.

La Nina terjadi apabila angin menghembuskan air hangat permukaan laut dari Amerika Selatan ke arah barat menuju Indonesia, sehingga air dingin naik ke permukaan.

Proses penghangatan di perairan Indonesia ini mendorong pembentukan awan yang berlebih, sehingga meningkatkan curah hujan yang cukup signifikan.

Laporan : Ahmar

Editor

Comment