Pelindo dan PPNS Surabaya Kerjasama Bikin Audit SMK3 Berbasis Teknologi

Berita, Ekonomi659 Views
banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, SURABAYA – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) melalui CSR perusahaan, melakukan kerjasama “matching fund” dengan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS). Kerjasama yang berlangsung sejak Agustus 2022 itu dilakukan salah satunya untuk mewujudkan penguatan kesadaran dan kepatuhan pekerja dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di dunia usaha.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan kebutuhan sumber daya manusia yang sadar K3 di dunia usaha semakin tinggi, terlebih untuk industri kepelabuhanan terminal peti kemas yang menjadi lini bisnis utama SPTP.

Melalui kerjasama antara perseroan dengan PPNS diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sadar dan patuh terhadap aspek K3 di lingkungan kerja perusahaan.

“Penyiapan sumber daya manusia yang sadar K3 harus dimulai sejak dini, mulai dari bangku pendidikan sehingga ketika masuk ke dunia usaha mereka sudah siap dan paham mengenai aspek keselamatan dan kesehatan kerja sehingga menjadi lebih produktif,” kata Widyaswendra, beberapa waktu lalu.

Matching fund sendiri merupakan program pendanaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang merupakan program penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri untuk secara bersama-sama membentuk ekosistem Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Pada akhir program diharapkan akan terbangun kolaborasi PT dengan DUDI yang lebih baik dan berkelanjutan serta berkontribusi untuk menyelesaikan permasalahan nyata di lapangan atau berkontribusi terhadap implementasi kebijakan strategis nasional.

Direktur Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) Eko Julianto mengatakan PPNS merupakan perguruan tinggi yang memiliki program studi K3 yang berkaitan dengan dunia kepelabuhanan dan pelayaran. Untuk itu pihaknya terbuka dan mendukung SPTP dalam upaya standardisasi implementasi K3 di seluruh wilayah kerja perusahaan. Menurutnya, dunia industri kepelabuhanan memiliki risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang cukup tinggi.

“Penguatan sumber daya manusia yang paham dan patuh terhadap K3 menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kinerja operasional pelabuhan. Karena dengan kesadaran K3 tidak ada jam kerja yang hilang (zero accident) yang berdampak pada produktivitas pekerja,” terang Eko.

Kedua institusi tersebut akan saling mendukung untuk membangun suatu sistem berbasis teknologi informasi yang disebut dengan istilah “smart multi measurement device” berbasis website. Nantinya, sistem tersebut dapat digunakan dunia usaha untuk menunjang audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Selain itu, SPTP dan PPNS juga akan saling mendukung untuk penguatan sumber daya manusia yang sadar dan patuh terhadap K3.

Lebih lanjut, sistem “smart multi measurement device” berbasis website yang dikembangkan PPNS akan mempermudah SPTP dalam melakukan audit sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja baik audit internal maupun eksternal. Sistem tersebut juga akan mempermudah SPTP dalam melakukan pengawasan K3 di seluruh area terminal yang dikelola oleh perseroan.

“Target kami pengembangan sistem tersebut dapat selesai dalam jangka waktu maksimal 6 bulan ke depan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, PT Pelindo Terminal Petikemas merupakan bagian dari group PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang berperan sebagai subholding pengelola bisnis peti kemas. Perseroan dibentuk pasca integrasi Pelindo yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2021. Saat ini PT Pelindo Terminal Petikemas mengelola 27 terminal peti kemas dengan rincian 15 terminal dioperasikan langsung oleh perseroan dan 12 terminal dioperasikan oleh 7 anak perusahaan.

Laporan: Novrizal R Topa

Editor

Comment