TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Bocah Tahun bernama Ikram ditemukan meninggal dunia di sekitar area muara sungai Desa Lambai, Kecamatan Lambai, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Peristiwa naas yang menimpa korban saat sedang asyik mandi-mandi bersama teman-temannya di pinggir muara sungai sekitar pada pukul 12.09 Wita hari Jum’at (11/7/2025)
Tanpa diduga tubuhl korban sudah terseret arus sungai yang cukup deras hingga hilang dari pandangan.
Tak berselang lama, rekan-rekannya baru menyadari bahwa korban tidak bersama mereka lagi dari informasi itu warga sekitar langsung berupaya melakukan pencarian dibantu personel Polsek Ranteangin.
Dalam waktu yang singkat korban sudah ditemukan di sekitar muara sungai yang tidak jauh dari lokasi tempat mereka berenang.
Personel Polsek Rante Angin Kecamatan Rante Angin, Brigpol. Rahmatullah membenarkan kejadian yang di alami bocah 7 tahun bernama Ikram ditemukan tenggelam akibat terseret arus sungai.
“Insiden ini terjadi pada hari Jumat tanggal 11 Juli 2025 sekitar pada pukul 12.00 wita kami menerima informasi dari warga setempat dan langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam waktu yang singkat korban di temukan langsung kami bawa ke Puskesmas, namun dokter menyatakan Ikram sudah meninggal dunia,” ,ujar Rahmatullah melalui rilis Resmi Kasubsid PIDM Humas Polres Kolaka Utara, Aipda A. Syaiful, S.H. Jum’at sore (11/7/2025).
Lebih lanjut, Brigpol. Rahmatullah menyebut saksi mata di lokasi, Reza (25), Ardi (37), dan Abdul Wahid (45), mengaku tak menduga peristiwa itu akan terjadi.
“Anak-anak memang sering mandi di situ, tapi kami tidak sangka akan seperti ini,” kata Rahmatullah mengutip ucapan saksi mata Abdul Wahid
Menurut, Rahmatullah usai korban di periksa di Puskesmas dan tim dokter katakan sudah meninggal dan kedua orang tua korban bersama keluarganya membawa pulang ke kampung halamannya di Desa To’ Sewo Kecamatan Wajo, Jumat sore untuk dimakamkan.
Setibanya di kampung halamannya pada Jum’at Sore (11/7/2025) korban di sambut keluarga besarnya dengan suasana haru menyelimuti dan penuh linangan air mata kesediham.
Kini, keluarga dan warga Desa To Sewo hanya bisa mengantar Ikram ke peristirahatan terakhirnya dengan doa dan air mata.
Dari kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak saat bermain di sekitar sungai, apalagi di musim penghujan arus sungai cukup deras.
Laporan: Ahmar















Comment