BPSPL: Tambang di Kolut Berdampak Negatif Terhadap Biota Laut

banner 468x60

TOPIKSULTA.COM, LASUSUA — Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, Getreda Melsina Hehanussa, mengatakan, maraknya penambangan yang ada di wilayah Kabupaten Kolaka Utara bisa berdampak negatif kepada lingkungan biota laut di wilayah tersebut.

Hal itu dikatakan Getreda, saat menyerahkan bantuan sarana dari Ditjen
Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada Kelompok masyarakat penggerak konservasi (Kompak) Patampanua Diving Club (PDC) Kabupaten Kolaka Utara, Selasa,(29/6/202), di Kantor Desa Ujung Tobaku Kecamatan Katoi,Kolaka Utara.

Getreda yang hadir di Kolaka Utara bersama Ihsan Ramli, yang menjabat SubKordinator Jejaring Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL) Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, mengatakan Kolaka Utara memiliki kekayaan sumber daya alam biota laut yang mencukupi dan sangat potensial, sehingga perlu dilakukan pembentukan kelompok -kelompok untuk melakukan pengawasan.

“Karena banyak sekali masyarakat yang kurang memahami pemeliharaan lingkungan sehingga kita melihat kerusaka lingkungan biota laut, misalnya mereka melakukan pengeboman ikan, ilegal fishing dan sebagainya sehingga dapat merusak terumbu karang,” katanya.

Ia berharap, perlu dilakukan komunikasi baik kepada pemerintah daerah, maupun kelompok masyarakat penggiat konservasi untuk ikut dalam pengawasan. “Hari ini kita berikan bantuan sarana konservasi kepada kelompok penggiat konservasi yang peduli dengan lingkungan biota laut yang dilindungi yang ada di wilayah pesisir pantai kabupaten Kolaka Utara,” ujarnya.

Direktur KKHL SubKordinator Jejaring Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Ihsan Ramli, mengatakan mengelola suatu perairan itu cukup berat dan kementerian kelautan dan perikanan khususnya Direktorat KKHL sangat menyadari bahwa untuk mengelola itu butuh sumber daya manusia dan biaya yang cukup besar.

Karena itu, jelas Ihsan, keterlibatan masyarakat sangat diharapkan, contohnya hadirnya penggiat konservasi yang dimotori oleh Patampanua Diving Club (PDC) Kabupaten Kolaka Utara yang sudah mulai terjun untuk mengelola salah satu kawasan konservasi dan peduli terhadap ekosistem yang ada di Desa Ujung Tobaku Kecamatan Katoi.

Menurutnya, dengan adanya minat dan kesadaran masyarakat, maka pemerintah harus hadir dan salah satu bentuk kehadiran pemerintah itu adalah memfasilitasi berupa perlengkapan yang mereka butuhkan agar bisa cepat memonitoring dan melakukan perawatan berupa terumbu karang dan juga bisa melaporkan kegiatannya.

Penyerahan pantuan sarana konservasi kepada kelompok konservasi Patampanua Diving Club (PDC) Kolut turut disaksikan Wakil Ketua DPRD Kolut, Hj Ulfa Haerudin, dan Anggota DPRD Abu Muslim, mewakili Perguruan Tinggi dari Universitas Muhammadiyah Kendari, Muhammad Rais, Kabid Budidaya Dinas Perikanan Kolaka Utara, Ali Wardana, Camat Katoi, Tahmil dan Kepala Desa Ujung Tobaku, H Sopyan Malbin.

Adapun jenis bantuan yang diberikan kepada Kompak PDC Kolut berupa: 
3 set scuba dive,
1 kamera underwater Nikon Coolpix w300,
5 tabung selam,
1 senter selam,
1 Unit meter roll,
55 unit media rak
transpalantasi
dengan nilai Rp99.571.870,-

Laporan : Ahmar

Editor

Comment