TOPIKSULTRA.COM, KENDARI — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menerima dialog bersama perwakilan masyarakat tentang janji PT. Sulawesi Cahaya Mineral (PT. SCM) terkait pembangunan smelter di Kecamatan Routa Kabupaten Konawe Sultra, di Lobby Kantor Gubernur Sultra, pada Kamis, (11/9/2024).
Andi Sumangerukka menerima berdialog bersama perwakilan masyarakat Kecamatan Routa yang sebelumnya melakukan aksi unjuk rasa di PT. SCM Kabupaten Konawe.
Lebih lanjut, Gubernur Sultra menyapaikan bahwa Pemerintah sudah melayangkan surat ke PT. SCM.
“Kita sudah layangkan surat dan mereka berjanji akan datang hari Selasa, kita tunggu hari Selasa, jawabannya apa, karna saya sudah layangkan surat, kebetulan hari ini saya sudah menerima penyampaian masyarakat, kelihatannya penyampaian apa yang diinginkan masyarakat itu segaris dengan pemerintah”, ungkap Gubernur Sultra.
Menurut Gubernur Andi Sumangerukka, pemerintah hadir untuk memfasilitasi keinginan masyarakat agar kedepan ada kepentingan pemerintah disitu tujuannya untuk kesejahteraan dalam mensejahterakan masyarakat,”Kalau ada nilai tambahnya saya rasa, no froblem, kan begitu”,ujarnya.
Sebelumnya, puluhan warga Kelurahan Routa, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe melakukan aksi unjuk rasa di Kantor PT. SCM serta disejumlah titik strategis lokasi aktivitas penambangan perusahaan bahkan sempat menyegel dan menghentikan aktivitas perusahaan pada Sabtu (06/09/2025) pekan lalu.
Ahmad sebagai perwakilan tokoh masyarakat Kecamatan Routa merasa bersyukur karena tanggapan mereka direspon cepat oleh Pemerintah Provinsi Sultra dalam hal ini Gubernur Sultra ketika berhadapan dengan pihak PT. SCM,”Kedepan kami akan menunggu pihak PT. SCM mengatakan sikap kepada Pak Gubernur, ketika apa yang kami suarakan hari ini Pemerintah mendukung dan ketika PT. SCM tidak melakukan sesuai keinginan masyarakat kami akan melakukan hal-hal yang sama, karena kami bergerak disini bukan hanya karena memikirkan masyarakat Kecamatan Routa tetapi kami memikirkan Kabupaten Konawe dan Sultra”, tegas Ahmad.
“Kami mendapatkan segmen dari PT. SCM bahwa smelter itu tidak akan terjadi, maka kami masyarakat Routa sangat tidak mengharapkan hal itu terjadi, makanya hari ini kami datang disini menyampaikan aspirasi masyarakat, itu adalah keinginan kami”, pungkasnya.
Untuk diketahui, luas wilayah yang akan dibangun smelter didalam kawasan 21 ribu hektare, Sementara IKIP berada dititik yang di konsepnya 3.563 ha.
Laporan: Shandra















Comment