Korban Mengaku Sengaja Disiram Pertalite dan Dibakar Kakak Kelasnya

Berita, Kolaka Utara1551 Views

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Islam Meeto, Desa Mattirobulu, Kecamatan Tiwu, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) inisial AMR (13) yang diduga jadi korban perundungan oleh dua orang kakak kelasnya mengaku jika dirinya sengaja disiram pertalite dan dibakar oleh kedua pelaku.

Dihadapan awak media, AMR (13) mengatakan jika dirinya tidak sengaja terbakar tidaklah benar. Dia menegaskan, pelaku benar-benar sengaja menyiram dirinya menggunakan pertalite dan membakarnya.

“Satu orang menyiram saya kemudian satunya lagi bakar ranting pakai korek api dan mwlemparkan ke saya,” ujarnya, Sabtu Sore (12/4/2025)

Lebih lanjut, AMR menyebut, kronologis kejadian yang dialaminya bermula disaat sedang berada dalam asrama. Pelaku lebih awal mencukur alisnya lalu ke belakang pondok. Tidak lama kemudian mereka mengutus santri lain memanggilnya ke lokasi dimana dirinya terbakar.

“Saya tidak pakai baju dan hanya pakai sarung karena juga mau mandi di sungai. Ada dua orang bawa pertalite dan kedua pelaku sudah menunggu di lokasi bersama satu santri lain,” bebernya.

Menurutnya, setelah bertemu di lokasi, salah satu pelaku mencukur rambutnya secara acak. Korban pun dipaksa mencium pertalite jika ingin rambutnya dirapikan.

“Saya tidak mau lalu disiram bensin ke badan saya dan lemparkan saya ranting yang sudah dibakar,” katanya

Saat terbakar, dirinya berupaya berguling-guling ke tanah untuk memadamkan api. saat padam saya langsung berlari ke sungai menceburkan diri karena kepanasan dan kulitnya mengelupas.

“Jadi, ada lima orang semua. 2 orang bawa pertalite yang disuruh dua pelaku dan ada satu santri yang juga hadir di lokasi yang sempat bantu saya padamkan api,” ungkapnya lirih.

Menurutnya, dirinya memang sering dihajar oleh pelaku yang jumlahnya ia tidak ketahui lagi. Penganiayaan itu pertama kali di rasakan pada awal semester.

“Saya ditempeleng dan kepala saya diinjak pelaku. Tidak tahu sudah berapa kali karena sering. Sebelum dibakar, saya juga sempat ditendang karena tidak mau hirup bensin itu (pertalite),” jelasnya.

Ditempat yang sama, ayah angkat korban bernama Alfin mengaku marah dan meminta dengan tegas aparat mengusut dan menindak tegas para pelaku. pihaknya juga tidak terima pernyataan dari pihak Pondok Pesantren yang menurutnya bertentangan dengan pengakuan putranya.

“Masa disiram dan dibakar dikatakan hanya main-main dan tidak sengaja. Sementara anak saya mengaku jika sering dipukuli pelaku di pondok,” ujarnya dengan nada kesal.

Sebelumnya, Kapolres Kolaka Utara AKBP Ritman Todoan Agung Gultom, S.I.K menyampaikan telah mengamankan dua pelaku yakni inisial H (12) dan AM (14). Korban alami luka bakar 27 persen derajat 2A 2B pada bagian leher belakang hingga pinggang, tangan, perut hingga pangkal paha.

Laporan: Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment