TOPIKSULTRA.COM, KENDARI — Pada hari perayaan Natal, arus penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Ferry Tobaku – Siwa, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, mengalami peningkatan. Meski demikian, seluruh aktivitas penyeberangan masih berjalan normal dan terkendali.
Kapolsek Lasusua, AKP Adianto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa peningkatan mobilitas masyarakat mulai terlihat sejak sepekan terakhir, seiring dengan meningkatnya aktivitas libur Natal dan libur sekolah.
“Penjagaan sudah dilakukan sejak minggu kemarin. Sampai hari ini, kondisi masih aman dan terkendali, tidak terjadi antrean panjang,” ujar AKP Adianto saat ditemui di Pos Yan Tobaku pada Kamis (25/12/2025).
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa kendaraan yang mendominasi penyeberangan adalah kendaraan pribadi, khususnya roda dua dan roda empat. Kendaraan tersebut diprioritaskan untuk naik kapal, sementara kendaraan besar seperti mobil ekspedisi roda enam hingga roda delapan biasanya diangkut pada trip kedua atau ketiga.
“Untuk kendaraan kecil diprioritaskan naik kapal. Kendaraan besar biasanya tertinggal, namun semuanya tetap terangkut. Tidak ada kendaraan yang tidak terlayani,” jelasnya.
Menurut AKP Adianto, hingga saat ini belum ada penambahan armada ferry. Operasional kapal masih berjalan normal sesuai jadwal, yakni tiga trip per hari. Meski demikian, tingkat kepadatan penumpang dan kendaraan rata-rata penuh.
“Pada hari biasa, siang atau sore hari sudah sepi. Namun, sekarang masih padat, terutama kendaraan kecil. Dua hari yang lalu, bahkan sampai trip kedua masih penuh,” tambahnya.
Dari sisi pelayanan kesehatan, selama pos terpadu berdiri, belum ditemukan penumpang dengan kondisi sakit serius. Petugas kesehatan di pos hanya melakukan pemeriksaan ringan seperti pengecekan tekanan darah, terutama bagi penumpang lanjut usia.
“Alhamdulillah, kondisi penumpang rata-rata sehat,” katanya.
Di tempat yang sama, Staf Otoritas Pelabuhan Ferry Tobaku, Maulana, menyampaikan bahwa lonjakan penumpang mulai terlihat sejak Rabu (24/12/2025). Menurutnya, peningkatan ini dipicu oleh libur Natal dan libur sekolah.
“Sejak kemarin sudah terlihat peningkatan, dan hari ini lebih banyak dibanding kemarin. Kendaraan pribadi mendominasi,” ungkap Maulana.
Ia memperkirakan arus balik akan terjadi pada awal Januari 2026, dengan potensi lonjakan lanjutan menjelang Tahun Baru.
“Prediksi arus balik kemungkinan terjadi sekitar 2 Januari 2026. Lonjakan juga masih berpotensi terjadi menjelang H-1 Tahun Baru,” jelasnya.
Dalam satu hari, jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai sekitar 150 unit, campuran roda dua dan roda empat, dengan total tiga trip penyeberangan. Untuk kendaraan barang, pengangkutan disesuaikan dengan kapasitas kapal.
“Kendaraan pribadi tetap menjadi prioritas. Jika masih ada ruang pada trip berikutnya, kendaraan barang baru diangkut,” katanya.
Terkait operasional pada tanggal merah, Maulana menyebutkan bahwa hingga saat ini kapal masih beroperasi normal. Namun, khusus untuk tanggal 1 Januari, pihaknya masih menunggu kepastian dari operator kapal.
“Biasanya ada kapal yang tidak beroperasi, tapi kemungkinan tetap ada satu kapal yang jalan. Kami masih menunggu informasi resmi dari operator,” tutupnya.
Laporan: Ahmar















Comment