Pabrik Kakao Terbesar di Sultra Siap Serap 500 Tenaga Kerja

banner 468x60

LASUSUA, TOPIKSULTRA.COM — Pembangunan pabrik kakao yang berlokasi di Dusun Balosi Desa Ponggiha Kecamatan Lasusua Kolaka Utara (Kolut), siap menyerap sedikitnya 500 tenaga kerja.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka Utara, Ismail Mustafa mengungkapkan, dengan rampungnya pembangunan pabrik kakao secara keseluruhan, maka sudah dapat dimanfaatkan tahun 2021 ini.

Pembangunan pabrik kakao yang diklaim terbesar di Sultra ini meliputi pabrik permentasi, pengering kakao termasuk gedung pusat pembibitan advokasi dan gedung pusat pelatihan dan pengembangan kakao.

Bangunan pabrik terbagi dua bangunan berukuran 18 x 22 meter dengan nilai proyek sebesar Rp2,3 miliar. Sementara harga pengadaan mesin  senilai Rp700 juta menggunakan APBN, dengan estimasi produksi 100 kg
biji kakao dalam bentuk kemasan coklat.

“InsyaAllah, memasuki bulan April-Juni 2021 pabrik memproduksi biji kakao di kawasan Major Project Kakao sudah mulai beroperasi,” kata Ismail Mustafa kepada TOPIKSULTRA.COM, Jumat (26/2/2021). 

Menurutnya, Januari-Maret merupakan tahap persiapan sumber daya manusianya, pembelian biji kakao basah dari petani melalui koperasi.

Serapan tenaga kerja kata Ismail, tidak hanya terbatas pada bagian pabrik, tetapi termasuk para tenaga pengurus koperasi di tiga zona mulai dari tingkat wilayah kabupaten hingga para pembeli yang tersebar hingga ketingkat desa.

“Pembelian biji kakao ke petani dilakukan oleh koperasi di tigazona yang meliputi zona wilayah utara, tengah dan zona  selatan, sehingga diperkiraan ada 500 orang tenaga kerja bakal terserap secara keseluruhan,” katanya. 

Menurutnya, untuk mendorong hasil penjualan, sasaran awal yang menjadi target pangsa pasar dimulai dalam wilayah Kolut. Semua unit-unit pemerintahan baik OPD hingga ke tingkat desa akan menjadi target awal pemasaran.

“Dalam estimasi, kalau penjualan awal berjalan lancar, kita bisa mencapai hasil pembelian kisaran Rp1 miliar. Itu belum diluar lembaga atau unit pemerintahan,” tuturnya.

Saat ini, tambah Ismail, Pemda Kolut telah menggaungkan ‘gerakan minum coklat’. “Kami akan perlihatkan bahwa ini produk hasil dari petani kita. Ayo dukung gerakan minum coklat untuk membantu para petani dengan mengkonsumsi produk
lokal sendiri,” ujarnya.

Laporan: Ahmar

Editor