TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sultra bersama Pemerintah Daerah Kolaka Utara melaksanakan panen jagung kuartal I di Desa Lawolatu, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan tahun 2026. Panen berlangsung sekitar pukul 09.00 Wita di lahan milik Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, S.E., seluas 1 hektare.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakapolres Kolaka Utara Kompol Ilham, S.H., M.H., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kolaka Utara Bakri, SKM, Kapolsek Ngapa Ipda Julbakti, S.H., personel Brimob dan Polsek Ngapa, Bhayangkari, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.
Dari hasil panen, produksi jagung pada kuartal I ini mencapai 4.000 kilogram dari lahan seluas 1 hektare, dengan masa tanam hingga panen selama 135 hari.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Sultra, Kompol Jamaluddin Saho, S.H.I., M.H.
“Panen jagung kuartal I ini merupakan hasil dari program penanaman jagung serentak yang telah dimulai pada kuartal sebelumnya. Ini adalah bentuk sinergi antara Polri, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Kompol Jamaluddin Saho melalui rilis resminya, Selasa (7/4/2026).
Ia menegaskan, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen dalam mengawal program strategis nasional.
“Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Polri dalam memberikan manfaat berkelanjutan kepada masyarakat serta mendukung program swasembada pangan tahun 2026 yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kompol Jamaluddin menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini tidak lepas dari langkah-langkah strategis yang dilakukan bersama pemerintah daerah.
“Kami bersama Pemda Kolaka Utara telah melakukan berbagai langkah, mulai dari identifikasi lahan potensial, penyediaan benih jagung berkualitas, pendampingan teknis kepada petani, hingga memastikan akses pemasaran hasil panen agar harga tetap stabil dan menguntungkan petani,” jelasnya.
Panen jagung ini juga menjadi bagian dari implementasi program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia.
Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan kondusif.
Laporan: Ahmar















Comment