Tamalaki Wuta Kalosara Sultra Resmi di Kukuhkan, Ini Pesan Dewan Penasehat

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA -Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Tamalaki Wuta Kalosara (TWK) Sulawesi Tenggara periode 2023-2026 resmi di kukuhkan oleh Dewan Pembina Tamalaki Wuta Kalosara melalui Dewan Penasehat,Ns.Muh.Aidin, S.Kep.MM yang disaksikan oleh tujuh orang tua atau o’ pitu tono motuo serta sejumlah Dewan Pendiri.

Mansiral Usman terpilih sebagai Ketua DPP TWK Sultra peroide 2023-2026. Dalam memimpin DPP TWK Sultra, Mansiral akan ditemani oleh Isman yang menjabat sebagai wakil ketua. Selain itu, Asra Durahi akan mengisi posisi Sekjen dan Danil sebagai Bendahara.

Deklarasi dan Pengukuhan Tamalaki Wuta Kalosara Sulawesi Tenggara dihadiri ratusan kader dan pimpinan ormas Tamalaki Kolaka Raya, giat tersebut dirangkai dengan deklarasi damai yang turut melibatkan pemerintah setempat, toko adat dan agama serta ketua dan perwakilan kerukunan lintas suku yang ada di Kolaka Utara.

Agenda deklarasi dan pengukuhan itu berlangsung sederhana dan penuh khidmat di yang dipusatkan kawasan Pantai Berova, Desa Pitulua, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sabtu (2/12/2023).

Dalam Pengukuhan tersebut, Selain Penasehat DPP TWK Sultra, Danramil 1412 .03 /Lasusua, Pimpinan PT.Vale Pomalaa, mantan Kadis Balitbang Dr.masmur Lakahena, camat Lasusua, Andi Selle dan kades. Juga dihadiri tokoh adat dan ratusan kader serta pimpinan ormas Tamalaki Kolaka Raya dan
Tamalaki Kolaka Timur (Koltim).

Mansiral Usman, SH selaku Ketua terpilih yang baru saja dikukuhkan sebagai Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tamalaki Wuta Kalosara Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan jika ormas TWK memiliki tujuan yang sama dengan organisasi Tamalaki lainnya yang ada di Sultra yakni menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat dan budaya suku Tolaki.

Tamalaki Wuta Kalosara (TWK) berkomitmen dan bersinergi bersama seluruh ormas dan paguyuban lintas suku yang ada di Kolut, Sultra dan Indonesia pada umumnya.

“Ingat saudaraku, meskipun kita tidak dari rahim yang sama, engkau tetap saudaraku. Merah darahku, sebangsa dan setanah air, Indonesia,” tegas Mansiral dalam sambutannya dihadapan para kader TWK. Sabtu (2/12/2023)

Lebih lanjut,Mansiral Usman mengatakan Tamqlaki Wuta Kalosara akan mengedepankan wawasan kebangsaan. Perbedaan antara yang satu dengan lainnya merupakan rahmat Allah SWT yang menjadikan kita kuat sehingga bangsa kita tetap berdiri kokoh dalam kemajemukan di tanah kita sendiri.

Selain itu dia juga menghimbau,dalam menyongsong Pesta Demokrasi 2024 mendatang kepada sesama anak bangsa agar tetap menjaga keharmonisan, hindari isu-isu berbau sara dan tetap menjaga keamanan bersama TNI-Polri.

“Demi bangsa yang kita cintai, semoga Allah SWT melimpahkan rahmatnya kepada kita semua,”ujarnya

Ditempat yang sama,Dewan Pembina Tamalaki Wuta Kalosara Sulawesi Tenggara melalui Dewan Penasehat DPP Tamalaki Wuta Kalosara, Ns Muh.Aidin,S.Kep.MM dalam mengawali sambutannya, bahwa semboyan Suku Tolaki harus dipahami dan dihayati secara bersama – sama sesungguhnya kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai adat.

“Antara yang satu dan yang lain harus menghormati dan saling menghargai,” ungkapnya.

Sebelum melanjutkan sambutannya, Muh.Aidin mengutip sebuah pribahasa yang dilantunkan mantan Presiden Soekarno “beri aku 10 Pemuda, niscaya akan ku guncang dunia, tetapi hanya satu Pemuda yang berikan kepada saya sudah membuat repot dan pusing karena mereka memiliki semangat dan spirit yang luar biasa.

” tentunya dengan semangat dan spirit luar biasa ini yang mereka miliki harus dijadikan panutan bagi para kader agar dapat menjaga harkat martabat organisasi ini kedepannya,” ucapnya

Muh.Aidin berharap kedepannya organisasi Tamalaki Wuta Kalosara harus berpikir, berpandangan dan berkembang jauh kedepan dari berbagai aspek harus terus didorong ke arah yang lebih positif hingga bisa berkembang dan membawa manfaat bagi kepada organisasi itu sendiri dan masyarakat luas pada umumnya.

“Saya sangat sependapat denga pak ketua (Mansiral) bahwa kehadiran Tamalaki Wuta Kalosara bukan sebagai pesaing tetapi kekuatan kita bersama-sama menjaga kehormatan dan adat. Bukan sebagai lawan dan bagaimana perbedaan itu menjadi sebuah kekuatan,” tuturnya.

Muh.Aidin juga mengingatkan jika tantangan kedepan semakin berat nilai-nilai etika harus dijunjung tinggi dan mempersiapkan diri untuk tumbuh dan berkembang dengan cara-cara positif.

“Kami akan selalu hadir untuk memberi motivasi, mendukung segala kegiatan dan jadikan perbedaan sebagai suatu kekuatan,” tutupnya.

Diketahui selain Deklarasi dan pengukuhan pimpinan Tamalaki Wuta Kalosara Sultra ditutup dengan antarksi Budaya Tamalaki dan dilanjutkan dengan Penandatanganan Deklarasi Pemilu Damai 2024 sementara pada malam harinya dilanjutkan dengan acara lulo bersama.

Laporan : Ahmar

Editor

Comment