TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Proyek pembangunan penanganan abrasi pantai di Kelurahan Lasusua, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, menelan anggaran fantastis senilai lebih dari Rp16 miliar. Anggaran tersebut bersourced dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui APBN 2026 pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Kendari.
Langkah ini diambil lantaran abrasi pantai yang terjadi di wilayah tersebut dinilai telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Penanganan serius sangat dibutuhkan agar kawasan pesisir terhindar dari terjangan gelombang laut yang terus menggerus daratan dan kian mendekati permukiman warga.
Humas BWS IV Kendari, Rahmat Sanusi, membenarkan adanya proyek infrastruktur pengamanan pantai tersebut. Menurutnya, proyek ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi, banjir, serta dampak buruk perubahan iklim.
“Benar, pembangunan pengamanan pantai ini merupakan salah satu upaya pemerintah melalui BWS IV Kendari untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi, banjir, dan dampak perubahan iklim. Memang sudah saatnya dilakukan pembenahan di kawasan jalan bypass itu karena kondisinya cukup memprihatinkan,” ujar Rahmat Sanusi melalui sambungan telepon, Senin (6/7/2026).
Rahmat menambahkan, selain peningkatan tanggul, proyek ini difokuskan untuk menahan gelombang pasang. Masa kontrak pekerjaan sendiri telah dimulai pada 14 April 2026 dengan waktu pelaksanaan selama 240 hari kalender.
“Pembangunan ini merupakan pekerjaan lanjutan yang sudah berjalan lebih dari dua bulan. Total volume pekerjaan mencapai 400 meter lebih dan saat ini progresnya telah berjalan kurang lebih 30 persen,” jelasnya.
Pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat dapat melihat manfaat jangka panjang dari proyek vital ini. “Kami meminta masyarakat ikut mendukung agar proyek ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Pengaman pantai ini demi keselamatan warga yang tinggal di kawasan pesisir,” tegas Rahmat.
Di sisi lain, kehadiran proyek ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Sulfadli, salah seorang warga Desa Pitulua, menilai tanggul pengaman pantai sangat penting untuk melindungi warga pesisir, khususnya di sekitar muara sungai yang kerap rawan banjir rob.
“Kalau saya lihat, pembangunan pengaman pantai ini sangat bagus karena bisa melindungi kawasan muara sungai dari terjangan ombak. Warga tentu berharap pekerjaan ini selesai sesuai rencana sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan,” kata Sulfadli.
Hal senada diungkapkan oleh Andi, warga lainnya yang saban hari melintasi Jalan Bypass Lasusua. Ia mengaku merasakan langsung bagaimana ancaman abrasi yang selama ini mengintai badan jalan utama tersebut.
“Selama ini kami melihat ombak sudah sangat dekat dengan badan jalan, apalagi saat cuaca buruk. Dengan adanya pengaman pantai ini, kami merasa lebih tenang karena jalan akses utama masyarakat bisa lebih terlindungi,” kata Andi.
Ia berharap proyek bernilai miliaran rupiah ini dikerjakan dengan kualitas yang baik agar dapat bertahan dalam jangka panjang. “Harapan kami pekerjaan ini berjalan lancar dan kualitasnya benar-benar kokoh,” tutupnya.
Laporan: Ahmar




















Comment