176 Sertifikat tanah wakaf Tersimpan di Kantor Kemenag Kolut

Berita, Kolaka Utara2003 Views
banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Ratusan Sertifikat tanah wakaf Untuk bangunan Masjid, Musholla, Pondok Pesantren dan Sekolah Madrasah yang tersimpan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kolaka Utara secara resmi.

Pelaksana harian (Plh), Kepala Kantor Kemenag Kolaka Utara, Rasman, mengungkapkan keberadaan ratusan sertifikat yang ada di kementerian Agama Kabupaten Kolaka Utara.

“Iya semua tanah wakaf yang sudah bersertifikat tersimpan di Kantor Kemenag. Itu bagi masjid yang sudah sertifikat karna belum semua masjid di Kolaka Utara telah bersertifikat,” kata Rasman kepada wartawan pada saat ditemui diruang kerjanya, Senin (30/5/2022).

Rasman menjelaskan Terkait sertifikat, bisa langsung komunikasi dengan Kepala Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf untuk akurasi datanya.

Terpisah, Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Kolaka Utara, Darniati mengatakan, berdasarkan data yang ada saat ini tanah wakaf yang telah disertifikatkan oleh Kementerian Agama sebanyak 176 buah sertifikat.

“Sertifikat tanah wakaf terdiri dari bangunan Masjid, Musalah, Pondok Pesantren, dan Madrasah,” Ungkapnya

Menurutnya, saat ini pihaknya hanya memegang sebagian dari 176 tanah wakaf yang telah disertifikatkan.

“Sebagian yang kami pegang hanya rekapan tanah wakaf yang telah disertifikatkan, sementara fisik sertifikat tidak ada pada kami. Mungkin ada yang hilang, saya juga kurang tahu, entah dulu sebelum saya yang menangani ada yang datang pinjam dan tidak dikembalikan,” tuturnya

Menurut Darniati, sertifikat yang ada dan tersimpan di Kantor Kemenag sudah dipilah-pilah berdasarkan kecamatan. Ketika ada masyarakat atau Pemerintah Desa yang membutuhkan gampang tinggal dicek.

“Bagi pengelola atau Pemerintah Desa yang membutuhkan sertifikat tanah wakaf bangunan Masjid dan Musalah untuk kepentingan bantuan dana pembangunan atau kepentingan lainnya bisa langsung ke Kantor Kemenag untuk mengeceknya,” terangnya

Ia menguraikan, jika seharusnya sertifikat asli tanah wakaf baik itu rumah ibadah maupun Madrasah dan Pondok Pesantren disimpan Kemenag sementara copyan sertifikat di simpan Pemerintah Desa atau pengelolah.

“Untuk tanah wakaf yang sertifikatnya tidak ada, maka kami melakukan papanisasi agar status tanah tersebut tetap terjaga,” pungkasnya

Menurutnya, bagi pemerintah desa yang ingin membuatkan sertifikat tanah wakaf bisa langsung ke Kantor Kemenag dengan membawa kelengkapan berkas berupa dokumen akta ikrar tanah wakaf yang dibuat KUA di masing-masing kecamatan, fotokopi berkas wakif, Nazir, dua orang saksi.

“Berkas kemudian diantar ke Kemenag biar di Seksi Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf yang tindak lanjuti ke Pertanahan,” pungkasnya.

Laporan : Ahmar

Editor

Comment