TOPIKSULTR.COM, KOLAKA UTARA —- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kendari menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) Tahun 2026 di Hotel Kifa, Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Kamis (6/8/2026). Kegiatan bertema “Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempa Bumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas 2026” ini diikuti oleh 64 peserta.
Peserta berasal dari berbagai unsur, meliputi Pemerintah Daerah, BPBD, TNI-Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), institusi pendidikan, media, masyarakat umum, hingga tim pendamping Komisi V DPR RI.
Rangkaian kegiatan mencakup pemaparan materi kebencanaan, simulasi evakuasi mandiri, serta Table Top Exercise(TTX) terkait rantai informasi gempa bumi. Program ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya di Kelurahan Lasusua dan Desa Patowonua.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Bupati Kolaka Utara H. Nur Rahman Umar, Anggota Komisi V DPR RI H. Ahmad Safei, jajaran BMKG, BPBD, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Anggota Komisi V DPR RI H. Ahmad Safei menegaskan bahwa SLG merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana. Ia mengimbau para peserta untuk menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada lingkungan sekitarnya.
“Sekolah lapang ini adalah persoalan kemanusiaan. Ilmu yang didapat bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk menyelamatkan keluarga dan masyarakat. Jika ada informasi atau peringatan dini dari BMKG, segera sampaikan kepada warga agar semua lebih waspada. Lebih baik mencegah daripada menyesal,” ujar Ahmad Safei. Ia juga mengapresiasi BMKG yang telah menghadirkan program edukatif ini di Kolaka Utara guna menekan risiko korban jiwa.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Kolaka Utara H. Nur Rahman Umar berharap seluruh peserta dapat menjadi agen edukasi kebencanaan.
“Peserta SLG harus menjadi agen informasi di tengah masyarakat. Pemda melalui tingkat kecamatan hingga desa akan terus memberikan edukasi secara masif. Menanggulangi dampak bencana memang berat, tetapi mengantisipasi adalah langkah terbaik. Jalur evakuasi pun akan terus kami siapkan,” tutur Nur Rahman Umar.
Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG yang diwakili Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Dr. Teguh Rahayu, S.Kom., M.M., mengingatkan bahwa seluruh wilayah Sulawesi Tenggara memiliki potensi ancaman gempa bumi akibat keberadaan sesar aktif.
“Seluruh wilayah Sultra harus tetap waspada karena terdapat sejumlah sesar aktif dengan karakteristik berbeda. Kuncinya ada pada penguatan mitigasi, peningkatan edukasi publik, serta penerapan konstruksi bangunan tahan gempa. Kami berharap BPBD memaksimalkan sosialisasi ke masyarakat dan sekolah,” jelas Teguh Rahayu.
Acara pembukaan diakhiri dengan penyerahan cenderamata dari BMKG kepada Anggota Komisi V DPR RI dan Bupati Kolaka Utara, dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta penulisan materi dan simulasi evakuasi.
Laporan: Ahmar
















Comment