Bau Busuk Aroma Tai Kucing Mengganggu Penciuman Warga di Bombana, Diduga Berasal dari Limbah Pabrik Gula PT PAG

banner 468x60

BOMBANA, TOPIKSULTRA.COM — Sejumlah warga Kecamatan Lantari Jaya, Bombana, Sultra, mengeluhkan bau tidak sedap yang aromanya seperti tai kucing, yang sejak beberapa bulan ini tercium di area pemukiman warga.
Bau pesing yang menyengat diduga berasal dari limbah pabrik gula milik PT Prima Alam Gemilang (PT PAG) yang juga berlokasi di Desa Watu-watu Kecamatan Lantari Jaya.

“Bau pesing, iya seperti tai kucing, tergantung arah angin, kalau angin barat baunya disini kentara sekali, seperti mau muntah, ada juga yang sampai pusing-pusing cium baunya,” keluh sejumlah warga Lantari Jaya.

Menurut warga, bau tak sedap tersebut sangat menusuk hidung utamanya pada malam hari, saat matahari mulai terbenam dan cuaca mulai lembab.

Keluhan yang sama juga disampaikan Divisi Investigasi dan Advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perisai, Ansar Ahmad. Ia menduga bau tersebut merupakan limbah dari pabrik gula PT PAG, yang sudah tercium sejak tiga bulan terakhir.

“Bahkan saya pernah coba buktikan waktu ke Kendari, bau tersebut hilang setelah saya sudah berada cukup jauh dari sini, begitupun ketika saya pulang lagi kembali mulai tercium di lokasi terakhir saya mencium bau itu,” ujarnya.

Karena penasaran, Ansar bahkan pernah berkeliling mulai dalam rumahnya hingga keluar rumah untuk mencari titik bau. Namun hasilnya sama saja karena hampir di semua tempat bau itu tetap tercium.

“Saya juga pernah buka baju karena saya kira ada yang melekat di baju, ternyata tidak ada, dan hal itu juga dikeluhkan tetangga saya. Saya duga ini adalah bau limbah pabrik gula PT PAG,” kata Ansar.

Ansar yang merupakab warga Kecamatan Lantari Jaya ini, meminta PT PAG segera melakukan pengecekan ke lokasi pabrik, dan jika benar bau tersebut berasal dari pabrik maka perusahaan harus bertanggubg jawab atas limbah tersebut.

“Segera di cek dan dibenahi, agar baunya tidak sampai mencemari lingkungan hidup masyarakat, utamanya pencemaran udara yang menimbulkan bau tak sedap, ” ujarnya.

Human Resources Development (HRD) PT PAG, Saing saat di temui, Kamis, 11 Februari 2021 menolak untuk mengantarkan sejumlah wartawan ke lokasi Pabrik yang berencana untuk menyamakan bau yang dicium warga dengan bau limbah di perusahaan.

“Harus melayangkan surat dulu ke pihak perusahaan dan atas persetujuan pimpinan. Saya bukannya menghalangi teman- teman,” kata Saing.

Sebab diakuinya saat ini pihaknya sedang melakukan perbaikan mesin, sehingga rencana mengecekkan langsung hari ini tidak bisa dilakukan.

“Nanti kalau ada informasi dari pimpinan, saya infokan. Karna saya tidak bisa memutuskan, masih ada pimpinan di atas saya,” ujarnya.

Namun, Saing menjelaskan sejak adanya keluhan terkait bau tidak sedap yang di duga berasal dari perusahaan tersebut, pihaknya sudah bekoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bombana untuk melakukan pengecekkan kualitas udara.

“Itu yang akan di tindaklanjuti secara ilmiah. Kalau Ini bau dari pabrik, kenapa bisa, dan bagaimana solusinya. Jika ada proses yang tidak semestinya atau misalkan ada kerusakannya alat, akan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Laporan: Refli

Editor