TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Kapolsek Kodeoha IPTU Riantho Sarira, S.H. Gelar Rapat Kordinasi Bersama dengan Jajaran Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara yang dihadiri Waka Polres Kolaka Utara Kompol Dr. Gusti Komang Sulastra, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Kolut Nusbah Nuhung, Camat, Kepala Desa se-Kodeoha dan Tiwu dan penyuluh pertanian.
Rapat Kordinasi tersebut dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional tahun 2025, dengan melibatkan lintas stakeholder, yang berlangsung di Mapolsek Kodeoha, Desa Meeto, Kecamatan Kodeoha.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka Utara, Nusbah Nuhung menyampaikan pentingnya sinergi antara Pemerintah Desa dan Instansi terkait guna menyukseskan program ketahanan pangan, khususnya pada komoditi tanaman jagung yang saat ini menjadi salah satu fokus nasional.
“Baru delapan kelompok tani yang terbentuk untuk penanaman jagung. Diharapkan seluruh kepala desa segera membentuk kelompok tani agar dapat diusulkan sebagai penerima bantuan benih jagung,” ujar Nusbah Nuhung dalam Rakor. Selasa (5/8/2025)
Lebih lanjut, Nusbah Nuhung mengakui bahwa saat ini masih minimnya usulan kelompok tani disebabkan oleh rendahnya minat masyarakat, sehingga dibutuhkan pendekatan dan edukasi langsung di lapangan.
Terpisah, Kapolres Kolaka Utara, AKBP. Ritman Todoan Agung Gultom, S.I.K melalui Wakapolres, Kompol Dr. Gusti Komang Sulastra menegaskan bahwa Polri mendapat mandat langsung dari Presiden untuk mendukung keberhasilan program ketahanan pangan.
Sehingga pihaknya mengajak seluruh Kepala Desa untuk aktif menyosialisasikan program ini kepada masyarakat.
“Polri siap mendampingi dan mendorong masyarakat dalam menyiapkan lahan dan mengembangkan pertanian jagung. Dana desa ketahanan pangan dapat dimanfaatkan secara maksimal,” sebutnya.
Usai di jelaskan oleh Wakapolres Kolaka Utara, Para Kepala Desa langsung menyampaikan kesiapan lahan yang dapat digunakan untuk penanaman jagung dengan Total lahan siap tanam yang dilaporkan mencapai sekitar 34 hektare yang terbagi di dua Kecamatan.
pertama 14 hektare berlokasi di Kecamatan Tiwu dan 20 hektare berada di Kecamatan Kodeoha.
Berikut Daftar Lahan di dua Kecamatan.
Kecamatan Tiwu (14 Ha)
Desa Lapolu: 6 Ha
Desa Tanggeao: 5 Ha
Desa Lawadia: 2 Ha
Desa Mattirobulu: 1 Ha
Desa Watumea, Tahibua, dan Tiwu: masing-masing 1 Ha (masih diupayakan)
Kecamatan Kodeoha (20 Ha)
Desa Koroha: 2 Ha
Desa Kamisi: 1 Ha
Desa Lametuna: 2 Ha
Desa Jabal Kubis: 5 Ha
Desa Kalu-kaluku: 10 Ha
Sementara enam Desa lainnya masih mengupayakan kesiapan lahan masing-masing sekitar 1 Ha
Menurut, Dr. Gusti Komang Sulastra rapat ini menjadi langkah awal untuk merumuskan strategi bersama dalam mewujudkan kemandirian pangan di daerah. Selain peningkatan produksi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya diversifikasi dan konsumsi pangan bergizi seimbang di tingkat rumah tangga.
“Jika program ini berjalan optimal, Kolaka Utara diharapkan menjadi salah satu wilayah penopang ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara, khususnya dalam produksi jagung sebagai bahan pangan strategis nasional,” katanya
Laporan: Ahmar
















Comment