Kecelakaan Lalu Lintas di Sultra Naik 8,7 Persen, Angka Kematian Menurun

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Polres Kolaka Utara mencatat angka kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Tenggara pada tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar 8,7 persen. Jumlah kejadian meningkat dari 1.619 kasus pada tahun 2024 menjadi 1.760 kasus pada tahun 2025.

Meski demikian, angka fatalitas korban meninggal dunia justru mengalami penurunan sebesar 2 persen, dari 291 korban pada tahun 2024 menjadi 285 korban pada tahun 2025.

Data tersebut disampaikan Wakapolres Kolaka Utara, Kompol Ilham, S.H., saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Anoa 2026 di Lapangan Apel Polres Kolaka Utara, Kecamatan Lasusua, Senin (2/2/2026) pagi.

Apel yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Ops Ketupat Anoa 2026.”

Dalam apel tersebut, Perwira Apel dijabat oleh Iptu Ariq Saptiadi, S.Tr.K., sedangkan Komandan Apel adalah Kaurbin Ops Satlantas Polres Kolaka Utara Iptu Muh. Arifuddin Ilyas, S.H.

Apel gelar pasukan turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kolaka Utara Muh. Syair, S.Sos., para Pejabat Utama Polres Kolaka Utara, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Kolaka Utara Muh. Firman Indra Wijaya, S.H., Hakim Pengadilan Negeri Lasusua Lian Christo Sianturi, S.H., Danramil 1412-03 Lasusua Kapten Inf. Sudirman, Kabid Satpol PP Muktar, S.Sos., perwakilan Pos AL Kolaka Utara, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta insan pers.

Selain unsur pimpinan, apel juga diikuti pasukan gabungan yang terdiri dari satu peleton TNI AD, satu peleton Sat Samapta, satu regu Satlantas, satu peleton gabungan staf Polres dan Polsek Lasusua, satu peleton gabungan Reskrim, Intelkam, dan Narkoba, satu peleton Satpol PP, serta satu peleton dari Dinas Perhubungan.

Kompol Ilham menyampaikan bahwa pelaksanaan apel gelar pasukan menjadi penting mengingat masih rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, seperti pelanggaran rambu, batas kecepatan, dan penggunaan perlengkapan keselamatan, yang berdampak langsung pada meningkatnya risiko kecelakaan.

“Berdasarkan data tahun 2025, angka kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Tenggara meningkat 8,7 persen. Namun, angka fatalitas korban meninggal dunia justru menurun 2 persen. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan penanganan kecelakaan telah memberikan dampak positif, meski masih perlu terus ditingkatkan,” ujar Kompol Ilham melalui rilis resmi Humas Polres Kolaka Utara yang disampaikan Kasubsid PIDM Aipda Ahmad Syaiful, S.H.

Lebih lanjut disampaikan, Operasi Keselamatan Anoa 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Operasi ini mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif melalui kegiatan edukatif, persuasif, dan humanis.

Melalui operasi tersebut, diharapkan tercipta peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, terwujudnya situasi kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif, meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri, serta menurunnya angka pelanggaran, kecelakaan, dan fatalitas korban lalu lintas.

Selain itu, apel gelar pasukan juga bertujuan untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana guna mendukung keberhasilan pelaksanaan Operasi Keselamatan Anoa 2026.

Kegiatan apel berakhir pada pukul 08.35 WITA dan berlangsung dalam situasi aman, tertib, dan kondusif.

Laporan: Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment