KPU RI: Jangan Ada Istilah Selamatkan Diri Masing-masing

TOPIKSULTRA.COM, KENDARI — Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Parsadaan Harahap mengimbau jajaran KPU di berbagai tingkatan menjaga soliditas dalam menjalankan tanggung jawab penyelenggara pemilihan kepala daerah serentak 27 November 2024.

“Jangan ada istilah selamatkan diri masing-masing. Pimpinan tertinggi sampai tingkatan terakhir kita harus solid. Suka maupun duka kita bersama di rumah besar kita namanya, KPU,” ujarnya di Kendari, Rabu malam (6/11/2024).

Harahap mengemukakan hal tersebut saat membuka Rapat Koordinasi Penanganan Pelanggaran Adminitrasi Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 yang diikuti 765 orang dari jajaran KPU Provinsi, KPU kabupaten/kota, utusan PPK serta pejabat struktural setempat.

Jajaran penyelenggara Pemilu dituntut menjalankan tugas berlandaskan semangat profesionalisme dan penuh tanggungjawab.

Sejalan dengan itu maka dirasa perlu dan penting segenap jajaran penyelenggara pemilihan agar tidak henti-hentinya mengedukasi diri, salah satunya melalui Rapat Koordinasi Penanganan Pelanggaran Adminitrasi Pilkada.

“Rakor ini adalah salah satu cara membekali diri bila di kemudian hari menemui keberatan pihak lain atau menerima laporan dugaan terjadinya pelanggaran. Kita semua tidak mungkin menjawab tidak tahu bila ada pihak yang menyoroti tanggungjawab kita,” katanya.

Berdasarkan pengalaman masa lalu, penyelenggara dalam menjalankan tugas tidak pernah luput dari adanya keberatan pihak lain yang merasa dirugikan walaupun sudah bekerja seoptimal mungkin sesuai peraturan perundang-undangan yang ada.

“Ya, sudah takdir sebagai penyelenggara. Kalau bukan terlapor maka kemungkinannya pihak terkait. Oleh karena itu penyelenggara di setiap tingkatan harus membekali diri. Karena setiap masalah atau keberatan para pihak harus dihadapi,” katanya.

Profesionalisme penyelenggara Pemilu dapat diukur dari kemampuan menjalankan tanggungjawab sesuai ketentuan yang ada, sehingga wajib memahami tupoksi masing-masing. (red)

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment