TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Jalan Trans Sulawesi di perbatasan Desa Lelewawo dan Desa Mosiku, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara, kembali dipenuhi luapan lumpur yang diduga berasal dari area penambangan nikel PT Kasmar Tiar Raya pada Jumat malam (22/5/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 Wita setelah wilayah itu diguyur hujan deras. Material lumpur menutupi badan jalan sepanjang puluhan meter sehingga mengganggu arus lalu lintas dan menyebabkan antrean kendaraan mengular dari dua arah.
Selain luapan lumpur, longsoran juga terjadi di sekitar lokasi. Sejak Jumat malam, karyawan PT Kasmar Tiar Raya disebut telah melakukan upaya mitigasi dengan menurunkan satu unit alat berat untuk membersihkan material lumpur serta memasang pita garis kuning sebagai tanda peringatan bagi pengguna jalan yang melintas.
Humas PT Kasmar Tiar Raya, Zulwan Adriansyah, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihak perusahaan bergerak cepat melakukan penanganan agar arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi kembali normal.
“Sejak semalam kami bersama tim telah melakukan penanganan secara maksimal dengan menurunkan satu unit alat berat untuk membersihkan jalan dan aliran sungai sehingga arus lalu lintas dapat kembali normal,” ujar Zulwan Adriansyah saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, perusahaan juga telah menyiapkan langkah antisipasi guna mencegah terulangnya luapan lumpur ke badan jalan saat musim penghujan.
“Benar, kami sudah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi terjadinya luapan banjir, baik untuk saat ini maupun pada musim penghujan di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, seorang warga bernama Hamruddin menyampaikan bahwa Jalan Trans Sulawesi di wilayah Batu Putih selama ini kerap menjadi langganan luapan lumpur saat musim hujan. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengendara, terutama pengguna kendaraan roda dua dan warga yang bermukim di sekitar lokasi.
“Kalau hujan deras, lumpur dari atas selalu turun ke jalan. Pengendara harus ekstra hati-hati karena jalannya sangat licin. Bukan hanya pengguna jalan yang terdampak, tetapi warga sekitar juga merasa khawatir ketika musim hujan tiba karena sewaktu-waktu bisa terjadi longsor,” ujarnya.
Ia bersama masyarakat berharap adanya penanganan serius dari pihak terkait agar luapan lumpur dari area penambangan tidak terus berulang setiap musim penghujan dan mengganggu aktivitas transportasi warga.
Laporan: Ahmar















Comment