Meski Ilegal, Pemuatan Ore di Jetty PT Kasmar Jalan Terus, Dinas ESDM Sultra Dinilai Tutup Mata

banner 468x60

LASUSUA, TOPIKSULTRA.COM — Meski diketahui tidak memiliki dokumen izin usaha pelabuhan terminal khusus atau jetty. Namun, aktivitas pemuatan ore nikel di jetty PT Kasmar Tiara Raya (KTR), yang berlokasi di Desa Latowu Kecamatan Batuputih Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), tak pernah sepi.

Pantauan di lokasi Jetty milik PT Kasmar Tiar Raya, Sabtu (23/1/2021), mendapati sedikitnya ada 5 unit kapal tongkang sedang merapat di Jetty tersebut. 2 diantaranya sedang dalam pengisian ore nikel dan 3 lainnya masih berlabuh di sekitarnya.

Informasi diperoleh, pemuatan ore tersebut menggunakan dokumen PT Lawaki Tiar Raya.

Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan DPM-PTSP Kabupaten Kolut, Taufiq, yang dikonfirmasi beberapa hari lalu, menegaskan, untuk izin lokasi terkait permohonan pengurusan izin Terminal khusus (tersus) atau jetty, yang masuk hingga saat ini ke DPM-PTSP Kolut hanya ada satu permohonan, yakni dari PT Kurnia Mining Resource. “Tak ada dari perusahaan lain,” kata Taufik kepada topiksultra.com, ditemui di kantornya beberapa hari lalu.

Taufiq memastikan, semua aktivitas tambang yang sedang beroperasi di Kabupaten Kolut saat ini, semuanya ilegal. “Bahkan kami sudah melayangkan surat ke instansi Kepolisian, meminta agar pihak kepolisian melakukan penertiban atas aktivitas ilegal tersebut,” tuturnya.

Sejumlah pekerja yang ditemui topiksultra di lokasi jetty PT Kasmar, Sabtu, (23/1/2021), mengaku jika PT Kasmar hanya sebagai pemegang IUP. Sedangkan kegiatan penambangan dilakukan sejumlah perusahaan kontrak minning, namun menggunakan dokumen PT Lawaki Tiar Raya, yang notabene wilayah IUPnya berada di Desa Lawaki Jaya.

Ironisnya, meski aktivitas tambang ilegal sudah seringkali mendapat sorotan bahkan laporan hingga ke pihak berwajib. Namun, Dinas ESDM Provinsi Sultra, selaku pihak yang berwenang menertibkan ijin usaha pertambangan, justru terkesan tutup mata dengan persoalan tersebut.

“ESDM Sultra bukan tidak tau ini persoalan, tapi pura-pura tidak tau, bahkan terkesan ada pembiaran padahal sengaja dipelihara,” tutur Bahar, salah seorang warga Kodeoha.

Kasat Reskrim Polres Kolut, Iptu Alamsyah Nugraha, yang dikonfirmasi terkait adanya laporan penyampaian dari Pemda Kolut melalui Dinas DPM-PTSP Kolut, mengatakan, pihaknya sudah merespon laporan tersebut, dan akan menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan terkait dugaan kegiatan penambangan ilegal di wilayah Kolut. “Secara resminya, kami akan melakukan upaya Hukum terkait penambangan ilegal yang ada di Kabupaten Kolaka utara khususnya untuk PT Kasmar Tiar Raya,” katanya via seluler, Selasa, (26/1/2021).

Laporan : Ahmar

Editor