Pria di Bombana Tewas Tersengat Listrik Perangkap Babi di Villla Bupati Tafdil

banner 468x60

BOMBANA, TOPIKSULTRA.COM — Seorang pria di Bombana, Sultra, dikabarkan tewas tersengat listrik perangkap babi didalam pagar Villa Bupati Bombana, Tafdil, Senin, (25/1/2021).

Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Rumbia, Iptu Rio Pratama Hidayat. Menurutnya, dari informasi yang dihimpun Kepolisian setempat, saat melakukan pengecekan di lokasi kejadian, korban yang meninggal tersebut diketahui berinisial YD dan titik kejadianya tepat berada di seberang pagar bagian dalam villa.

“Memang betul itu di villanya pak bupati penyebab meninggalnya karena tersengat perangkap babi yang di aliri listrik dan listriknya disambung langsung di listrik (PLTD),” ungkapnya kepada TOPIKSULTRA.COM, Selasa, (26/1/2021).

Namun untuk kepastiannya, saat ini kepolisian juga masih menunggu hasil visum dari rumah sakit setempat.

Diungkapkan Rio, dari kejadian tersebut, pihaknya sudah mengamankan seorang lelaki berinisial B untuk diperiksa, diketahui B adalah orang yang bertugas sebagai penjaga villa di lokasi meninggalnya YD.

“Pemasangan perangkat listrik tersebut adalah inisiatifnya, tidak ada perintah dari pak bupati,” ungkapnya.

Hal lain juga diungkapan Rio, dari keterangan B, pemasangan listrik perangkap babi tersebut dilakukan belum cukup seminggu hingga pada akhirnya menelan korban jiwa.

“Dugaan sementara kami ini akibat ┬ákelalaian,” ujarnya.

Kejadian tersebut juga dibenarkan Lurah Poea, Sahirul. menurutnya korban YD di ketahui berangkat ke lokasi kebunnya yang berdekatan dengan villa tersebut, kemudian saat melintasi pagar korban tidak mengetahui keberadaan perangkap listrik tersebut.

“Korban pertama kali di ketahui oleh temannya yang naik menyusul, sekira jam 10, saya juga mendapat informasi dari orang yang datang melapor di Kantor,” terangnya.

Menurutnya, ia tidak menduga bahwa kejadian tragis seperti itu akan terjadi, sebab sebelumnya dirinya mengaku sudah beberapa kali melakukan pertemuan di kantor Lurah setempat bersama masyarakat guna membahas pelarangan memasang perangkap babi di kebun menggunakan listrik.

“Beberapa bulan kemarin juga ada yang pasang tapi kita panggil dan juga sudah kita jelaskan terkait risiko-risiko, banyak orang yang meninggal akibat terkena strom (listrik) makanya dia buka. Kalau yang pasang sekarang ini saya juga cari tau mungkin dia belum tau atau karena orang baru,” urainya.

Saat ini pihak keluarga korban YD belum bisa dimintai keterangan, terkait meninggalnya korban,berhubung masih dalam suasana duka.

Laporan: Refli

Editor