Nur Rahman Umar Pimpin Apel Siaga, Ini Pesannya

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, MH memimpin langsung Apel Siaga Mitigasi Pelatihan Penggunaan Peralatan Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang digelar di halaman Kantor Mako Polres Kolaka Utara pada Senin, (21/3/2022) yang dihadiri oleh perwakilan Dandim 1412 Kolaka Raya, Kapolres Kolaka Utara, AKBP Moh. Yosa Hadi, SIK.,MM, Kepala Kejaksaan Negeri, Teguh Imanto, SH, Ketua Pengadilan Agama Lasusua, Achmad N., SH. MH, Kepala BPBD, Dra. Hj. Andi Syamsuriani, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kolaka Utara dan para Camat se Kolaka Utara.

Kegiatan Apel Siaga tersebut, berjalan sukses dan lancar. para Personel gabungan dari berbagai unsur terdiri dari jajaran TNI, Polri, BPBD, Tagana, Satpol PP dan Damkar dan para Kepala Desa se-Kolaka Utara.

Dalam sambutannya, Nur Rahman Umar mengapresiasi dan berterimakasih kepada segenap peserta yang telah hadir, karena menurut Rahman Umar, Pelatihan Penggunaan Peralatan Kebencanaan BPBD merupakan kegiatan kemanusiaan. 

“Sesuai dengan amanah pemerintah yang tertuang dalam UU No. 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah rangkaian dari Pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dalam pengurangan risiko bencana,” ujarnya. 

Rahman Umar juga menyampaikan, penjaminan pemenuhan hak masyarakat dan pengungsi yang terkena bencana harus dilakukan secara adil pada masa tanggap darurat dan pemulihan kondisi pasca bencana serta pengalokasian anggaran penanggulangan bencana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang memadai.

“Kita ketahui bersama, bahwa wilayah Kolaka Utara yang kita cintai ini sangat rawan terhadap bencana. Antara lain bencana hidrometeorologi, yang dipicu oleh kondisi cuaca dan iklim ekstrim, gelombang tinggi, hujan lebat yang dapat mengakibatkan banjir bandang, ” kata Nur Rahman Umar. 

Menurut Politisi Partai Demokrat ini, seluruh pihak terkait mestilah terlibat aktif dalam upaya mendorong terbentuknya gerakan bersama para pihak dalam penanggulangan bencana di seluruh wilayah rawan bencana di Kabupaten Kolaka Utara ini.

“Lakukan empat langkah dalam kesiapsiagaan bencana, pertama, kenali ancaman bencana di sekitar kita, kedua, kurangi risiko bencananya sesuai kemampuan kita, Tentukan tempat aman di sekitar kita, terakhir, ajak seluruh keluarga melakukan evakuasi mandiri ke tempat aman,” urainya. 

Menurutnya, hal ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo pada pembukaan Rakornas Penanggulangan Bencana tahun 2022 di Istana Negara. Rencana Penanggulangan Bencana Kabupaten Kolaka Utara ini sangat penting dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana yang bisa terjadi kapan saja. 

“Saya berharap pula masyarakat semakin tangguh, tanggap, dan tangkas menghadapi bencana. Lebih dari itu, muncul kesadaran dari lubuk hati yang paling dalam pada setiap warga negara, tentang pentingnya sadar bencana.” pungkasnya

Menurutnya, tak kalah pentingnya bahwa penanganan bencana kegiatan-kegiatan mitigasi fisik struktural dan non-fisik, sistem peringatan dini, kesiapsiagaan untuk tanggap darurat, dan segala upaya pengurangan risiko melalui intervensi pembangunan dan program pemulihan, baik yang bersifat struktural-fisik maupun non-struktural harus dikoordinasikan dan terintegrasi dengan baiks.

“Sehingga berbagai macam masalah yang diakibatkan oleh bencana bisa tertangani dengan cepat dan tepat,” tuturnya. 

Di tempat terpisah, Kepala BPBD Kolaka Utara, Dra. Hj. Andi Syamsuriani menjelaskan tujuan dari kegiatan simulasi kebencanaan adalah membangun sinergitas terhadap semua stakeholder yang terkait dan masuk dalam perangkat kebencanaan.

“Bahwa bencana alam itu urusan bersama, jadi tidak harus dari lini yang menangani bencana. Semua terlibat, terutama stakeholder yang ada dalan pemerintahan selain dari itu ada dari unsur TNI-Polri, PMI, Tagana, Dinas Kesehatan PSC 119, Damkar Relawan-Relawan lainnya,” bebernya. 

Menurutnya, ada beberapa titik rawan bencana alam di Kolaka Utara terutama di zona Kota Lasusua yang masuk bencana Nasional adalah Sungai Batu Ganda, zona selatan di Kecamatan Wawo dan Kecamatan Lambai dan zona utara adalah Kecamatan Batu Putih.

“Yang ikut simulasi hari ini adalah dari BPBD yakni satu tim group PRC dan semua ASN terlibat dalam kegiatan ini sekaligus mempraktekkan semua peralatan ada,” urainya.

Adapun peralatan penanggulangan kebencanaan yakni tenda kebencanaan, tenda keluarga, tenda pengungsi, perahu penolong, alkon, mobil dapur, mobil serbaguna, dan rescue.

Diketahui, Kabupaten Kolaka Utara masuk rawan bencana yang diakibatkan intensitas hujan atau hydrometeorologi berdasarkan rating dari BMKG per Januari-April 2022.

Laporan : Ahmar

Editor

Comment