Pasca Banjir, Dinas PUPR Kolut Kerahkan Ekskavator Untuk Normalisasi Sungai

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Pasca banjir bandang yang menghantam beberapa Desa di Kecamatan Pakue, Tengah dan Utara khususnya Desa Pasampang dan sekitarnya pada Selasa malam (1/4/2025), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) kerahkan tiga unit ekskavator untuk menormalisasi sungai. PUPR juga siap bangun Jembatan Bailey atau Jembatan permanen dari rangka baja di Desa Pasampang dan memperbaiki tanggul yang jebol di Desa Pakue.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kolaka Utara saat ini dijabat oleh Mukhlis Bachtiar, S.Pi., M.P.Kepala Dinas Sosial, H. Saenal Ahmad, S.E, Kepala Badan Penanggulangan Becana Daerah, Andi Faisal, S.Pd,Ketua Komisi III DPRD dari Fraksi PKB, Samsir, S.T., M.Si,Kapolsek Pakue,Camat Pakue Tengah dan Kepala Desa Pasampang, Haerul Akbar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kolaka Utara, Mukramin, S.E., M.M mengungkapkan pasca banjir bandang yang menghantam Desa Pasampang dan sekitarnya sebuah tanggul jebol di Desa Pakue Kecamatan Pakue Tengah pihaknya mengerahkan tiga unit alat berat untuk melakukan normalisasi sungai.

“Hari ini kita mulai melakukan normalisasi sungai di Desa Pasampang dan Salulotong dengan menggunakan alat berat eksakavator yang terdampak banjir bandang pada Selasa malam (1/4/2025) dan membutuhkan beberapa hari baru bisa selesai,” ujar Mukramin kepada Wartawan saat di Wawancarai di lokasi sungai Desa Pasampang. Kamis (3/3/2025).

Lebih lanjut, Mukramin menyebut selain normalisasi sungai,pihaknya juga akan membenahi fasilitas umum lainnya seperti Jembatan penghubung antar dusun yang terputus serta melakukan perbaikan sarana air bersih yang saat ini belum mengalir.

“Insya Allah jembatan ini kita akan bangun kembali sementara staf PUPR sudah melakukan pengukuran. Setelah itu kita buatkan RAB nya kemudian di ajukan kepada Pimpinan. Hal ini dilakukan untuk menangani kesulitan masyarakat pasca banjir ini,” ucapnya

Selain itu, Mukramin juga mengatakan bukan hanya ini kami telah memesan 30 batang pipa untuk perbaikan perpipaan yang ikut terputus akibat banjir bandang kemarin sehingga air bersih belum mengalir di Desa Pasampang.

“Kemudian untuk penangan tanggul yang jebol di Desa Pakue hari ini juga sudah digerakkan alat berat bekerja saya kira itu dari Pemerintah Kabupaten melalui Dinas PUPR dalam rangka menangani perbaikan fasiltas yang rusak pasca banjir bandang,” ungkapnya

Menurutnya, untuk melihat kebutuhan dasar masyarakat Desa Pasampang bukan lagi jembatang semi permanen tetapi harus dibangun jembatan bailey sehingga manfaatnya lebih besar kedepannya.

Laporan : Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment