TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA — PT. IPIP PORT Kolaka (IPK) resmi mengoperasikan empat unit crane portal berbobot 40 ton di Pelabuhan 1 IPK, Kelurahan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Jumat 22 Mei 2026. Peresmian ini menjadi tonggak penting penguatan infrastruktur logistik kawasan industri di wilayah tersebut.
Peresmian yang mengusung tema “Lengan Raksasa Berdiri, Pelabuhan Terhubung ke Seluruh Dunia” itu dihadiri CEO PT. Indonesia Pomalaa Industrial Park, Ning Jiancheng, Kepala Konstruksi Wilayah Selatan sekaligus Wakil General Manager Kawasan, Wei Xiaodong, jajaran pimpinan kawasan dan tenant perusahaan, perwakilan kontraktor konstruksi, pabrikan crane, hingga pekerja lapangan Divisi Pelabuhan.
Acara dimulai pada pukul 08.58 Wita dengan iringan musik semangat di area dermaga Pelabuhan IPK.
Pelabuhan IPK merupakan simpul logistik inti yang dibangun untuk mendukung kawasan industri IPIP yang berada di koridor sumber daya nikel Sulawesi Tenggara.
Pelabuhan ini diproyeksikan menjadi pelabuhan umum yang melayani aktivitas bongkar muat bahan baku, bahan penunjang, hingga produk jadi perusahaan-perusahaan di dalam kawasan industri.
Empat crane portal tipe berat 40T/40M tersebut sebelumnya telah berhasil didaratkan dengan aman pada 2 Mei 2026 dan kini resmi siap dioperasikan penuh. Masing-masing crane memiliki kapasitas angkat 40 ton dengan radius kerja mencapai 40 meter.
Dengan beroperasinya alat tersebut, kapasitas bongkar muat dan efisiensi operasional pelabuhan diyakini meningkat signifikan, sekaligus menandai transisi Pelabuhan IPK dari tahap pembangunan konstruksi menuju tahap operasional peralatan modern.
CEO PT. Indonesia Pomalaa Industrial Park, Ning Jiancheng, mengatakan pengoperasian crane portal menjadi langkah penting bagi Pelabuhan IPK dalam memasuki tahap pemanfaatan penuh.
“Pengoperasian crane portal ini merupakan langkah kunci bagi Pelabuhan IPK dari tahap ‘dibangun’ menuju tahap ‘digunakan’. Ini mencerminkan tekad strategis kawasan untuk bertransformasi dari sekadar pengumpulan industri menuju integrasi fungsi yang lebih maju,” ujar Ning Jiancheng melalui rilis resminya. Selasa (26/5/2026)
Ia menambahkan, peningkatan kemampuan operasional pelabuhan dan layanan logistik akan menjadi fondasi kuat bagi pengembangan bisnis dan efisiensi operasional kawasan industri di masa mendatang.
Sementara itu, Wakil General Manager Kawasan sekaligus Kepala Konstruksi Wilayah Selatan, Wei Xiaodong, menegaskan pengoperasian penuh pelabuhan merupakan hasil perjuangan panjang seluruh pekerja konstruksi.
“Pada Juni mendatang, pelabuhan akan menghadapi puncak volume pekerjaan bulanan tertinggi sejak pertama kali beroperasi. Pengoperasian tepat waktu empat crane portal ini akan menjadi dukungan kuat bagi perkembangan pesat Kawasan PT IPIP,” katanya.
Menurutnya, pengoperasian crane tersebut menjadi awal yang baik bagi peningkatan kelancaran operasional pelabuhan dan pertumbuhan kawasan industri ke depan.
Perwakilan kontraktor konstruksi, Dai Ke, menyampaikan selama proses pembangunan pihaknya tetap mematuhi standar konstruksi secara ketat dan berhasil menyelesaikan seluruh tantangan proyek.
“Peresmian pelabuhan ini akan menjadi fondasi gerbang logistik yang kokoh bagi perkembangan industri kawasan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan perwakilan pabrikan crane, Wang Bo Hong. Ia menegaskan empat crane tersebut mengintegrasikan teknologi terbaru dengan pengawasan ketat mulai dari desain hingga pengiriman.
“Penyerahan bukan akhir, tetapi awal dari layanan. Kami akan memastikan peralatan dapat beroperasi stabil dan efisien dalam jangka panjang,” katanya.
Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh para perwakilan pihak terkait. Dengan mulai beroperasinya crane portal tersebut, Pelabuhan IPK kini tampil dengan wajah baru untuk melayani kawasan industri, memperkuat konektivitas Indonesia, dan mendukung kelancaran logistik perdagangan regional hingga internasional.
Laporan : Ahmar















Comment