TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Potret pendidikan di pelosok Kabupaten Kolaka Utara, masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Hingga kini, SD Negeri 13 Lasusua yang berada di Dusun Tobau, Desa Batu Ganda, Kecamatan Lasusua, masih memiliki ruang kelas beralas tanah dengan dinding kayu serta kalsiboard yang telah berlubang dan lapuk sehingga membahayakan keselamatan para siswa saat proses belajar-mengajar, Selasa (14/7/2026).
Sekolah yang resmi berstatus negeri sejak tahun 2017 itu merupakan satu-satunya akses pendidikan dasar bagi anak-anak masyarakat setempat di wilayah yang dihuni oleh lebih dari 400 penduduk tersebut.
Kondisi fasilitas sekolah ini sangat memprihatinkan. Dari lima ruang belajar yang tersedia, hanya dua ruangan yang telah berlantai semen, sementara tiga ruangan lainnya masih beralas tanah. Keterbatasan ruang kelas bahkan memaksa siswa kelas 1 dan kelas 2 harus belajar digabung dalam satu ruangan yang sama.
Meski harus menimba ilmu di bawah bayang-bayang keterbatasan sarana, semangat para siswa tidak pernah surut. Saat ini, tercatat ada sebanyak 51 siswa-siswi yang aktif menempuh pendidikan di SD Negeri 13 Lasusua.
Kepala SD Negeri 13 Lasusua, Kirman, mengatakan bahwa pihak sekolah telah berulang kali menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah dan kini telah mendapatkan respons.
“Kami sudah melaporkan kondisi sekolah ini kepada dinas terkait dan pemerintah setempat juga sudah merespons. Informasinya tahun ini akan ada tindak lanjut. Kami juga sudah berkonsultasi dengan Bapak Kepala Desa. Mudah-mudahan pembangunan bisa segera terealisasi. Kalau memang belum bisa seluruhnya, paling tidak dilakukan bertahap sesuai kemampuan yang ada,” ujar Kirman kepada wartawan saat ditemui pada Senin (13/7/2026).
Sementara itu, salah seorang guru di SD Negeri 13 Lasusua, Usman, mengungkapkan tantangan lain yang dihadapi para tenaga pendidik adalah sulitnya akses transportasi menuju sekolah, terutama saat musim hujan tiba.
“Kalau cuaca buruk, terkadang saya sendiri yang terpaksa menangani seluruh kelas, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Karena akses jalan ke sekolah cukup sulit dan ekstrem, guru-guru lain kadang tidak bisa tembus sampai ke sekolah,” ungkap Usman.
Saat ini, terdapat delapan orang guru dan satu kepala sekolah yang bertugas di SD Negeri 13 Lasusua. Namun, karena lokasi sekolah berada di kawasan pegunungan dengan akses yang hanya berupa jalan setapak, saat musim hujan terkadang hanya ada satu guru yang berhasil tiba untuk mengajar seluruh siswa di sekolah tersebut.
Kondisi ril ini menjadi gambaran nyata atas tantangan berat pemerataan sarana dan prasarana pendidikan di daerah terpencil, di mana dedikasi guru dan semangat belajar siswa tetap menyala di tengah keterbatasan fasilitas.
Laporan: Ahmar

















Comment