TOPIKSULTRA.COM, JAKARTA — Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, S.E., menghadiri undangan sebagai narasumber pada Indonesia Agricultural Investment Summit 2026. Ajang ini diinisiasi oleh PT Shan Hai Map, sebuah perusahaan konsultan investasi yang berfokus pada pengembangan kerja sama ekonomi, investasi, perdagangan, serta hubungan bisnis antara Indonesia dan berbagai negara di kawasan Asia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pullman Jakarta Central Park, Podomoro City, Jalan Letjen S. Parman Kav. 28, Jakarta Barat, dan dihadiri oleh unsur kementerian dan lembaga, investor, pelaku usaha, akademisi, perbankan, pemerintah daerah, pelaku UMKM, petani, serta insan pers, Kamis (9/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kolaka Utara memaparkan materi bertajuk “Peluang Hilirisasi Kelapa Terpadu Kabupaten Kolaka Utara”. Di hadapan para peserta forum investasi, H. Jumarding menyampaikan bahwa Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat industri hilirisasi kelapa di Indonesia.
Ia menjelaskan, selain dikenal sebagai daerah pertambangan, Kabupaten Kolaka Utara juga merupakan daerah perkebunan, khususnya kelapa, yang tersebar hampir di seluruh wilayah pesisir maupun daratan dan menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga.
Dalam paparannya, H. Jumarding menggambarkan profil Kabupaten Kolaka Utara yang berada di bagian barat utara Provinsi Sulawesi Tenggara dengan posisi strategis serta potensi perkebunan kelapa yang terus mengalami peningkatan.
Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa luas lahan kelapa pada tahun 2021 mencapai 3.516 hektare dengan produksi 3.808 ton. Sementara pada tahun 2025, luasnya meningkat menjadi 3.906 hektare atau bertambah sekitar 9,9 persen, dengan produksi mencapai 4.545 ton atau meningkat sekitar 16,2 persen.
Menurutnya, komoditas kelapa memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi karena hampir seluruh bagian tanaman dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Mulai dari minyak kelapa, Virgin Coconut Oil (VCO), santan, tepung kelapa, desiccated coconut, coconut chips, nata de coco, cuka kelapa, arang tempurung, karbon aktif, cocopeat, cocofiber, cocomesh, bahan konstruksi, mebel, hingga produk kerajinan.
Wakil Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara memiliki visi besar agar daerah tersebut tidak lagi hanya menjadi penghasil bahan baku, tetapi mampu berkembang menjadi pusat industri pengolahan kelapa yang dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, serta para investor.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara juga menawarkan sejumlah keunggulan investasi. Di antaranya ketersediaan bahan baku yang melimpah, dukungan penuh pemerintah daerah terhadap investasi produktif dan berkelanjutan, tenaga kerja lokal yang siap diberdayakan, peluang pengembangan kawasan industri berbasis komoditas unggulan, serta akses pasar domestik maupun ekspor yang terus berkembang.
Dalam kesempatan itu, Jumarding menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Hal ini termasuk memfasilitasi kebutuhan lahan pembangunan pabrik pengolahan kelapa serta menjamin ketersediaan bahan baku dari Kolaka Utara dan daerah penyangga seperti Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, dan Bombana melalui program perluasan serta peremajaan tanaman kelapa.
“Kami tidak ingin lagi hanya menjadi daerah penghasil bahan baku. Kami ingin menjadi daerah industri, menjadi pusat pengolahan, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, dan membangun ekonomi daerah yang lebih tangguh serta berkelanjutan melalui hilirisasi kelapa,” tegas H. Jumarding, S.E., melalui rilis resminya, Kamis (9/7/2026).
Ia juga mengajak para investor untuk menjadikan Kolaka Utara sebagai mitra strategis dalam pengembangan industri berbasis sumber daya lokal.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi para investor. Pemerintah daerah siap menjadi mitra yang aktif, responsif, dan solutif. Kami siap memfasilitasi kebutuhan lahan pembangunan pabrik pengolahan kelapa, menjamin ketersediaan bahan baku, serta mendukung peningkatan produksi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Di akhir paparannya, H. Jumarding menyampaikan bahwa melalui forum Indonesia Agricultural Investment Summit 2026, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berharap dapat membuka peluang investasi yang lebih luas. Dengan demikian, dalam beberapa tahun mendatang industri hilirisasi kelapa terpadu dapat terwujud dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Laporan: Ahmar

















Comment