TOPIKSULTRA.COM, MAKASSAR — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Universitas Tamalatea Makassar (UTAMA). Ketua Senat Universitas Tamalatea Makassar, Prof. Dr. dr. H. Muh. Syafar, M.S., meninggal dunia pada Rabu (10/6/2026) dini hari. Kepergian sosok akademisi dan pemimpin yang dikenal bersahaja itu meninggalkan duka mendalam bagi seluruh sivitas akademika UTAMA.
Humas UTAMA, Hardiyanto, S.H., M.H., membenarkan kabar wafatnya Ketua Senat tersebut.
“Iya benar, almarhum Prof. Dr. dr. H. Muh. Syafar, M.S., telah meninggal dunia pada hari Rabu tanggal 10 Juni 2026 pukul 04.45 WITA di Gedung Pusat Jantung Terpadu RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Beliau mengalami penyakit jantung,” ujar Hardiyanto melalui rilis resminya, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa jenazah almarhum telah dipulangkan ke rumah duka yang berada di BTN Citra Tello Blok A2/4, Makassar.
Sementara itu, Wakil Rektor I UTAMA, Hasmah, S.K.M., M.Kes., mengungkapkan bahwa almarhum sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif akibat penyakit jantung yang dideritanya.
“Sekitar dua bulan lalu almarhum telah menjalani perawatan di Gedung Pusat Jantung Terpadu RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Saat itu kondisi beliau membaik sehingga dokter mengizinkan pulang. Namun pada malam hari sebelum wafat, beliau kembali dilarikan ke rumah sakit hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir tepat saat azan Subuh dikumandangkan,” jelas Hasmah.
Menurutnya, kepergian Prof. Muh. Syafar menjadi kehilangan besar bagi UTAMA. Sejak kabar duka tersebar, seluruh sivitas akademika terus berdatangan ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Duka yang sama disampaikan Wakil Rektor II UTAMA, Muh. Basyir, S.K.M., M.Kes. Ia mengenang almarhum sebagai sosok pemimpin yang hangat, rendah hati, dan berintegritas tinggi.
“Almarhum adalah figur yang hangat dalam berinteraksi, rendah hati, serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap langkah pengabdian. Kepemimpinan beliau tidak hanya menghadirkan kemajuan bagi institusi, tetapi juga memberikan inspirasi dan teladan bagi banyak pihak,” kata Muh. Basyir.
Hingga akhir hayatnya, Prof. Muh. Syafar masih mengemban amanah sebagai Ketua Senat Universitas Tamalatea Makassar.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Tamalatea Makassar, H. Rahmat Haris, S.E., bersama Sekretaris Yayasan, Hj. Hatijah, S.K.M., M.Kes.
“Kami turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Prof. Dr. dr. H. Muh. Syafar, M.S. Kami sangat berterima kasih atas dedikasi beliau yang luar biasa dalam memperjuangkan kemajuan pendidikan tinggi, khususnya di Universitas Tamalatea Makassar,” ujar Rahmat Haris.
Ia berharap seluruh amal ibadah, pengabdian, dan kebaikan almarhum diterima di sisi Allah SWT.
“Semoga amal ibadah, pengabdian, dan kebaikan almarhum diterima di sisi Allah SWT dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” tutupnya.
Kepergian Prof. Muh. Syafar tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan. Sosoknya dikenal sebagai akademisi yang konsisten mengabdikan diri untuk kemajuan institusi dan pembinaan generasi muda. Warisan pemikiran, dedikasi, dan keteladanan yang ditinggalkannya akan terus dikenang oleh keluarga besar Universitas Tamalatea Makassar.
Laporan: Ahmar



Comment