MUNA BARAT, TOPIKSULTRA.COM — Puluhan tahun kesulitan air, petani asal Desa Watumela Kabupaten Muna Barat, yang berkebun di kampung lama kini bisa bernafas lega, menikmati air bersih yang bersumber dari sumur bor bantuan pemerintah pusat.
Ketua Kelompok Tani Pokadulu Watumela, La Gina merasa sangat bersyukur atas bantuan pemerintah itu. Ia mengaku tidak bisa berkata-kata setelah melihat air mengalir deras di areal perkebunannya.
“Sebagai ucapan rasa syukur atas mengalirnya sumur bor, kami akan menggelar syukuran,” ujarnya kepada TOPIKSULTRA.COM, Senin, (8/3/2021).
La Gani mengaku, saat ini ada sekitar 20 Kepala keluarga yang berkebun dihamparan itu, yang lain tersebar namun masih di lingkup wilayah kampung lama.
Menurutnya, sulitnya mendapatkan air di kampung lama sangat dirasakan warga, karena jarak antara areal perkebunan dengan tempat ambil air lebih 10 KM.
Untuk memenuhi kebutuhan air, masyarakat hanya mengandalkan kekuatan fisik, memikul air dengan menempuh medan yang cukup sulit, yang jaraknya kurang lebih sekitar 10 KM dari perkampungan.
“Akhir-akhir ini saja kita bisa terbantu dengan adanya kendaraan, motor atau sepeda, apalagi sekarang ada yang jual air dengan harga Rp 200 ribu per tower. Itupun hanya untuk kebutuhan lima sampai satu minggu untuk satu KK,” ujarnya.
Dulu, sebelum adanya sumur bor, selain bergantung sama hujan, warga juga harus turun di kampung untuk mengambil air, itupun untuk kebutuhan minum dan memasak. “Kalau mandi biasa kita andalkan embun pagi di dedaunan ubi jalar,” katanya dengan nada lembut dan mata berkaca-kaca, mengingat masa-masa sulit yang dialami waktu itu.
Selain membantu mengurangi ketergantungan dengan air, sumur bor ini juga memacu semangat petani di wilayah itu agar terus meningkatkan hasil produksi.
“Menambah semangat kami untuk berkebun. Karena masalah utama hanya air ini. Kalau kesuburan tanah disini sangat subur tinggal perlakukan kita saja sebagai petani”,ujarnya.
Sementara itu, Kordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lawa, Wa Nadia mengatakan, pembangunan sumur bor ini satu paket dengan program pengembangan padi ladang di wilayah Kecamatan Lawa.
“Dalamnya sumur bor ini 68 meter. Alhamdulillah saat ini sudah bisa dinikmati masyarakat petani,” tuturnya.
Masyarakat petani kata Wa Lania, sangat senang dengan program nasional itu. Petani yang berkebun di kawasan ini bukan saja warga Desa Watumela.
Selain petani asal Desa Watumela, air sumur bor ini juga membantu petani dari Desa Latugho karena mereka juga berkebun di wilayah tersebut.
“Jadi kita perkirakan penerima manfaat sebanyak 100 petani. Semoga dengan adanya air ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Laporan: Laode Pialo


