TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Sebuah mobil pikap merek Daihatsu berwarna hitam dengan nomor polisi DD 8235 DG asal Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami kecelakaan tunggal di jalur pendakian Pondok Rotan, Desa Bahari, Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara, Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.
Kendaraan tersebut diduga mengalami kelebihan muatan sehingga tidak mampu menanjak. Mobil kemudian mundur dan terjun ke jurang dengan kedalaman sekitar 15 meter. Akibat kejadian itu, sopir mengalami luka robek pada kedua lengannya, sementara kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.
Kasubsid PIDM Humas Polres Kolaka Utara, Aipda Ahmad Syaiful, S.H., menjelaskan kendaraan tersebut awalnya bergerak dari arah Sulawesi Selatan menuju Kota Kendari.
“Pada Kamis, 5 Maret 2026 sekitar pukul 22.00 WITA, mobil pikap yang membawa muatan tabung oksigen, gardan mobil, keramik, dan pakaian dikemudikan oleh Ansar dari arah Sulawesi Selatan menuju Kota Kendari. Saat tiba di pendakian Pondok Rotan, Desa Bahari, Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara, kendaraan diduga kelebihan muatan sehingga tidak mampu menanjak. Mobil kemudian mundur dan terjatuh ke jurang sedalam sekitar 15 meter,” ujar Ahmad Syaiful melalui rilis resminya, Jumat malam (6/3/2026).
Ia menambahkan, pengemudi mobil tersebut diketahui bernama Ansar (43), warga Desa Patontongan, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Saat kejadian, kendaraan tersebut mengangkut berbagai barang, di antaranya tabung oksigen, gardan mobil, keramik, dan pakaian.
Akibat kecelakaan tersebut, Ansar mengalami luka robek pada lengan kiri dan kanan. Sementara kendaraan mengalami kerusakan pada bagian depan serta bak mobil.
Kerugian material akibat kejadian itu diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Pihak kepolisian mengetahui peristiwa tersebut pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 18.15 WITA. Setelah menerima informasi, petugas Polres Kolaka Utara langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
“Petugas mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara, mengatur arus lalu lintas, membantu korban mengevakuasi muatan mobil ke pinggir jalan, serta mengupayakan evakuasi kendaraan dari jurang ke pinggir jalan,” jelasnya.
Laporan: Ahmar




















Comment