Tuntut Isi Skripsi Jumardin, Ratusan Masyarakat Tolaki Bertandang ke Mapolres Kolut

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA – Ratusan masyarakat Tolaki yang tergabung dalam gerakan Masyarakat Tolaki Bersatu di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) menggelar aksi unjuk rasa (Unras) di halaman Mako Polres Kolaka Utara. Kamis (13/04/2023).

Unras tersebut dilakukan atas dasar oknum Alumni Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yang menulis skripsi yang dianggap menghina suku Tolaki khususnya di Kolaka Utara dan pada umumnya di Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pernyataan dalam skripsi tersebut yang dituliskan oleh Jumardi, beredar di media sosial, baik whatsapp maupun facebook. Dimana pada halaman abstrak skripsi itu bertuliskan “Suku Tolaki itu adalah budak”, sehingga pernyataan itulah yang tidak di terima suku Tolaki dan menyulut kemarahan.

Kordinator aksi, Renaldin, dalam orasinya menegaskan bahwa apa yang di katakan Jumardi dalam skripsi itu tidak benar, kami suku Tolaki bukan budak.

“Kami bukan budak, bagaimana mungkin kami mau jadi budak dalam rumah sendiri.” ungkap Renaldin dalam orasinya. Kamis (13/4/2023).

Lebih lanjut Renaldin mengatakan kalau pihaknya juga mendesak kepada aparat Kepolisian di wilayah hukum Kolaka Utara agar 12 orang yang menjadi narasumber dalam penulisan skripsi itu segera diperiksa dan di jadikan tersangka karena di nilai telah memberikan pernyataan yang tidak sesuai fakta dan di anggap menghina suku Tolaki.

“Kami beri waktu 3 kali 24 jam kepada aparat penegak hukum agar segera memanggil 12 narasumber itu, jika dalam waktu yang di tentukan tidak terpenuhi, maka akan ada aksi jilid II yang akan lebih besar lagi dari hari ini,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan penanggungjawab aksi, Pendi, yang mengapresiasi Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Kolaka Utara yang telah melakukan kinerja dengan baik, karena di anggap cepat tanggap dan melakukan penangkapan kepada Jumardi tanpa adanya laporan resmi.

“Kami sangat apresiasi kinerja personil Polres Kolut di bawah Pimpinan Yosa Hadi, karena terlebih dahulu mengamankan pelaku penulis skripsi tersebut tanpa laporan resmi dari kami,” sebutnya.

Menerima para pengunjuk rasa, Moh.Yosa Hadi memaparkan di hadapan ratusan massa aksi, bahwa gerakan demonstrasi hari ini adalah kunjungan kehormatan baginya, secara pribadi, dia sangat prihatin dengan adanya naskah yang tertuang dalam karya ilmiah itu, karena menurutnya tidak sesuai dengan dasar-dasar fundamental dan adat istiadat kita secara menyeluruh di Indonesia.

“Saya memahami perasaan saudara semuanya, untuk itu dengan adanya kasus ini saya dengan tegas mengambil langkah untuk cepat mengamankan pelaku, bahkan saya sendiri yang akan memproses kasus ini, namun institusi Polri cukup tanggap dengan kasus ini, olehnya itu pelaku kami amankan di polda” paparnya

Menurut, Moh. Yosa Hadi, masalah ini bukan hanya skala Kolaka Utara saja maupun Sulawesi Tenggara, namun masalah ini menjadi pembahasan skala Nasional.

“Penanganan kasus tidak boleh di penggal-penggal, institusi Polri cukup serius dalam menangani kasus ini, bukan hanya Polda, bahkan Mabespun yang langsung turun mengungkap kasus ini,” terangnya.

Laporan : Ahmar

Editor

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment