TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Sebanyak 140 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Kolaka Utara resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci dengan suasana penuh khidmat dan haru, Kamis (14/5/2026).
Para jemaah diberangkatkan melalui Pelabuhan Ferry Ujung Tobaku, Kecamatan Katoi, menggunakan Kapal Ferry New Rose sekitar pukul 10.00 Wita menuju Pelabuhan Siwa, Sulawesi Selatan. Proses pemberangkatan tersebut difasilitasi secara gratis oleh Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara.
Sebelum bertolak, prosesi pelepasan digelar di Islamic Center Masjid Agung Bahrurrasyid Wal Ittihad Lasusua dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kolaka Utara, Jumarding. Suasana haru tampak menyelimuti area masjid yang dipadati keluarga pengantar para jemaah.
Usai prosesi pelepasan, Wakil Bupati bersama pihak Kementerian Haji, Dinas Kesehatan, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) turut mengantar langsung para jemaah menuju Asrama Haji Makassar untuk proses penyerahan resmi di embarkasi.
Dalam sambutannya, Jumarding menegaskan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji saat ini bukan hanya soal kesiapan finansial dan fisik, tetapi juga berkaitan dengan terbatasnya kuota keberangkatan.
“Jumlah umat Islam yang ingin berhaji jauh lebih besar dibandingkan kuota yang tersedia. Karena itu, kesempatan yang diperoleh hari ini harus disyukuri dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Jumarding.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Walaupun dalam kondisi efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap berkomitmen membantu pembiayaan pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji,” tambahnya.
Selain itu, Jumarding mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Ibadah haji adalah ibadah fisik. Karena itu, jaga kesehatan, patuhi aturan, hormati ketentuan di negara lain, dan saling membantu sesama jemaah, khususnya jemaah asal Kolaka Utara,” pesannya.
Ia juga meminta para jemaah memperbanyak doa di tempat-tempat mustajab, termasuk mendoakan masyarakat dan daerah Kolaka Utara.
“Doakan daerah kita agar tetap aman, damai, dan sejahtera,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kolaka Utara, Darniati, mengungkapkan bahwa awalnya jumlah calon jemaah tercatat sebanyak 142 orang. Namun, tiga orang batal berangkat karena satu orang meninggal dunia dan dua lainnya sakit.
“Jemaah yang berangkat terdiri dari 53 laki-laki dan 86 perempuan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari total jemaah terdapat lima orang kategori lanjut usia. Jemaah tertua berusia 90 tahun asal Kecamatan Pakue Tengah atas nama Baso, sedangkan jemaah termuda berusia 23 tahun asal Kecamatan Lambai atas nama Sa’idatul Anisahara.
Perjalanan para jemaah dimulai dari Masjid Agung Bahrurrasyid Wal Ittihad menuju Pelabuhan Tobaku, kemudian menyeberang ke Siwa menggunakan kapal ferry. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Asrama Haji Makassar menggunakan enam unit bus.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan, barang bawaan utama para jemaah telah lebih dahulu diberangkatkan ke embarkasi sejak 12 Mei 2026 menggunakan mobil ekspedisi yang pembiayaannya ditanggung pemerintah daerah.
Diketahui, jemaah haji Kolaka Utara tahun ini tergabung dalam Kloter 35 UPG bersama jemaah asal Kabupaten Buton, Kolaka, Konawe, dan Buton Tengah, dengan total 393 orang termasuk petugas pendamping, tenaga kesehatan, ketua kloter, dan pembimbing ibadah.
Sesuai jadwal, seluruh jemaah akan diterima secara resmi di Embarkasi Makassar pada 15 Mei 2026 sebelum diberangkatkan menuju Arab Saudi pada 16 Mei 2026 menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Keberangkatan jemaah haji tahun ini bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga menjadi simbol panjangnya penantian masyarakat untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci di tengah antrean keberangkatan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Laporan: Ahmar














Comment