TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Santri Pondok Pesantren Al-Islami (Ponpes) Meeto Desa Mattiro, AMR (13), korban penganiayaan berat dari kakak kelasnya hingga mengalami luka bakar telah menjalani operasi Debridement.
Operasi itu harus dijalaninya untuk pengangkatan jaringan kulit mati yang mulai terinfeksi. Operasi itu berlangsung selama 1 jam di ruangan bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djafar Harun Lasusua.
Pernyataan itu disampaikan Dokter Spesialis Bedah RSUD Djafar Harun melalui dr Andi Widiarsah kepada awak media melalui WhatsApp, Jumat (18/4/2025).
“Kemari kita lakukan operasi Debridement kurang lebih 1 jam,” ungkapnya
Sementara itu, Dokter Bedah Muh Andy Jaya N yang ditemui di rumah sakit mengungkapkan, operasi Debridement dilakukan untuk mengangkat beberapa jaringan kulit mati yang infeksi terutama di bagian perut agar luka cepat sembuh.
Kondisi pasien pasca operasi lebih membaik, infus sudah dilepas ganti obat minum, pasien sudah bebas bergerak sekarang keluhan akibat nyeri sudah berkurang.
“Operasi juga dapat mempercepat penyembuhan infeksi luka,” sebutnya
Kondisi psikologis pasien saat ini, jauh lebih baik di banding saat pasien pertama kali menjalani perawatan di rumah sakit yang bersanhkutan sudah banyak berkomunikasi dengan keluarga.
“Kondisi ini jauh lebih baik di banding saat pasien baru masuk,” ucap Muh Andy Jaya
Menurutnya, berdasarkan kondisi luka, santri korban pembakaran ini masih akan menjalani perawatan intensif kurang dari seminggu. Setelah itu, dirinya diwajibkan jalani rawat jalan atau kontrol ke poli dua hari sekali.
“Kontrolnya harus di rumah sakit biar luka bakarnyan dipantau langsung oleh bedah,” imbaunya.
Pelakuan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan sekaligus memastikan kondisi luka bakar pasien tidak terinfeksi.
“Di bagian tangan juga harus dilatih untuk itu, kita kerjasama dengan dokter rehabilitasi medik,” tuturnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang santri di Pondok Pesantren Al Islam Meeto, Desa Mattiro Bulu Kecamatan Tiwu, Kabupaten Kolaka Utara, AMR (13) mengalami luka bakar ditubuhnya, yang diduga dilakukan temannya masing-masing H (12) dan AM (14).
Laporan: Ahmar















Comment