3.513 Personel Gabungan Amankan Operasi Ketupat Anoa 2026 di Sultra

Berita, Kendari315 Views

TOPIKSULTRA.COM, KENDARI — Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) menggelar apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Anoa 2026 guna memastikan pengamanan dan pelayanan selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Apel tersebut berlangsung di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra, Kendari, Kamis (12/3/2026).

Apel dipimpin langsung oleh Didik Agung Widjanarko selaku Kapolda Sultra dan dihadiri Wakapolda Sultra Gidion Arief Setyawan, para pejabat utama Polda Sultra, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sulawesi Tenggara (Forkopimda).

Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi, di antaranya Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), pemadam kebakaran, satuan pengamanan (satpam), Senkom Mitra Polri, serta Pramuka Saka Bhayangkara.

Dalam amanatnya, Kapolda Sultra menyampaikan bahwa Operasi Ketupat merupakan langkah strategis pemerintah bersama Polri, TNI, dan para pemangku kepentingan untuk memastikan keamanan serta kelancaran perayaan Idul Fitri, khususnya di tengah dinamika situasi global yang terus berkembang.

Operasi Ketupat Anoa 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut, kepolisian menyiapkan 66 pos pengamanan di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara. Pos tersebut terdiri atas 41 pos pengamanan, 15 pos pelayanan, dan 10 pos terpadu yang ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memberikan pelayanan sekaligus menjaga keamanan masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kapolda juga menginstruksikan seluruh personel yang terlibat agar meningkatkan kewaspadaan serta memantau potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat kelancaran perayaan Idul Fitri.

Selain pengamanan lalu lintas dan aktivitas masyarakat, petugas juga diminta memantau ketersediaan serta distribusi bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama masa mudik Lebaran.

Personel di lapangan juga diingatkan untuk mewaspadai potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu, mengingat kondisi cuaca yang dinamis di sejumlah wilayah.

Secara keseluruhan, Operasi Ketupat Anoa 2026 di wilayah Sulawesi Tenggara melibatkan 3.513 personel gabungan dari Polda Sultra, Polres jajaran, TNI, serta berbagai instansi terkait lainnya. Operasi ini bertujuan memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar.

Laporan: Shandra

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment