Banyak Obyek Wisata di Kolut yang Belum Dikelola

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA – Masih banyak obyek wisata di Kolaka Utara (Kolut) yang belum dikelola. Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka Utara mencatat sebanyak 40 objek wisata yang tersebar di 15 Kecamatan.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kolaka Utara, Syamsu Alam, saat ini yang fokus dikelola ada 3 objek wisata yakni, Pantai Berova Pasir Putih di Desa Pitulua Kecamatan Lasusua, Danau Biru di Desa Walasiho Kecamatan Wawo dan Arum Jeram di Desa Tinukari Kecamatan Rante Angin.

“Untuk objek wisata Danau Biru tidak sepenuhnya dikelola oleh Pemkab tapi bekerjasama dengan Pemerintah Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sehingga daerah juga mendapat PAD dari pengelolaan objek wisata tersebut,” ujar Syamsu Kepada Wartawan saat diwawancarai dikantonya, Kamis (26/1/2023).

Sementara arung jeram di Desa Tinukari masih bagian dari pengelolaan atau pengembangan Dispar, karena Pemerintah Kabupaten selalu mensupport BUMDes dengan memberikan bantuan peralatan atau fasilitas pendukung.

“Insya Allah tahun ini kita coba lihat lagi fasilitas apa yang mereka butuhkan, dan kemungkinan kita akan support dengan bantuan pelaratan perahu karet,” terangnya.

Menurut Syamsu Alam, pengelolaan objek wisata itu tidak mesti dimonopoli Pemkab bahkan kita mengapresiasi jika seandainya ada pengusaha lokal yang mampu kembangkan salah satu objek wisata di Kolaka Utara.

“Apalagi kalau Pemerintah Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat mengelola satu objek wisata, tentu kita sangat support, selain menggerakan perekonomian warga, desa juga memiliki pendapatan. Dan itulah yang diinginkan pemerintah daerah,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kolaka Utara, Gunawan Arif mengatakan, dari 40 objek wisata yang tersebar di 15 kecamatan itu, baru tiga yang telah dikomersilkan.

Untuk wilayah Kecamatan Wawo yakni wisata danau biru, pantai danau biru, gua danau biru, pantai Watutoru, wisata alam puncak gunung Mekongga, panorama alam gunung Tamborasi, dan pengembangan wisata tracking (desa wisata Tinukari).

Kecamatan Ranteangin ada wisata arung jeram sungai Ranteangin, dan gua Tapparang Pasonggi. Kecamatan Lambai miliki wisata air terjun roda Lapasi-pasi, kampung Inggris Desa Raida dan panorama alam puncak Latawaro.

Kecamatan Lasusua ada wisata panorama alam puncak Latawaro, wisata arung jeram Lasusua, pantai Berova, rumah karang, wisata religi Masjid Agung, wisata edukasi Perpustakaan Daerah, wisata minat khusus (wisata olahraga arena dayung dan alun-alun kota), wisata kampung kuliner, gua workou Watuliu, dan pengembangan wisata pantai pasir putih (desa wisata).

“Kecamatan Katoi, mencangkup wisata anjungan pantai tanjung Tobaku, wisata alam bawah laut tanjung Tobaku, air terjun lambuno, dan permandian wae botoe. Kecamatan Ngapa, goa Lawolatu. Kecamatan Watunohu, wisata pantai pasir putih tambuha. Kecamatan Kodeoha, Kumapo Mala-mala,” urainya.

Kecamatan Tiwu, wisata pantai lawadia, mata air lawadia, dan air terjun Lapolu. Kecamatan Pakue, wisata pantai Delon. Kecamatan Pakue Tengah, gua Majapahit. Kecamatan Pakue Utara, wisata pantai bahari Pakue, air terjun salumore, desa wisata pengembangan tanjung harapan.

Kecamatan Batu putih, wisata helikopter Lawata, goa Datuk Luwu, panorama alam Lelewawo, wisata sejarah batu Tedong, air terjun museseri, dan air terjun Batu Putih. Kecamatan Tolala, kawasan pulau bintang, panorama alam bawah laut Tolala. Kecamatan Porehu, air terjun Tinuna, air terjun sarambu, dan air terjun Tanggaruru.

Selain memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah,baik di bidang sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, serta pertambangan nikel. Kabupaten Kolaka Utara ini juga terkenal dengan potensi wisata alamnya yang cukup eksotis.

Laporan : Ahmar

Editor

Comment