KAHMI Mengecam Aksi Paludan Yang Membakar Al Quran di Swedia

Berita, Nasional126 Views
banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, JAKARTA – Minggu ini masyarakat dan tokoh lintas agama di dunia mengecam aksi pembakaran kitab suci Al-Qur’an oleh tokoh rasis Rasmus Paludan, didepan kedutaan besar Turki di Stockholm Swedia, Sabtu (21/1/2023).

Sudah sering Paludan melakukan aksi, bahkan ini untuk kesekian kalinya sejak tahun 2019, 2020, 2021, 2022 dan 2023. Dalam aksinya di Brussel tahun 2020, Ketua partai Stram Kurs (Garis Keras) sayap kanan Denmark ini, bahkan membungkus daging babi menggunakan mushaf Al-Qur’an.

Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) melalui siaran persnya tertanggal 24 Januari 2023 yang ditandatangani Ahmad Doli Kurnia Tandjung selaku Presidium, sepakat dengan para pemimpin dunia Islam dan pemimpin agama Kristen dan Katolik di dunia bahwa tindakan Paludan telah melukai perasaan semua penganut agama di dunia.

KAHMI berpandangan bahwa dunia perlu mendefinsikan kembali kebebasan berekspresi dan memasukkan aksi vandalisme yang menohok kesucian agama sebagai radikalisme dan ekstremisme anti-Tuhan.

“Secara khusus, KAHMI mengutuk keras Rasmus Paludan dan menghimbau umat Islam untuk menggalang solidaritas menyumpahi Rasmus Paludan karena dia telah berkali-kali melecehkan kesucian Al-Qur’an, kitab suci umat Islam,” tulis Doli dalam Siaran Persnya.

Untuk itupula, KAHMI meminta pemerintah Swedia mengambil langkah-langkah tegas dan konkrit terhadap Rasmus Paludan berupa pelarangan dan pembubaran partai Stram Krus karena berpotensi menimbulkan distabilitas di seluruh dunia.

“Agar tidak menimbulkan gejolak dan kemarahan umat Islam sedunia pemerintah Swedia juga dapat menghadirkan dan berdialog dengan tokoh Muslim di Swedia,”saran Doli.

Jika aksi pembakaran Al-Qur’an tahun 2023 sebagai protes terhadap Turki yang menolak Swedia masuk organisasi NATO, mengapa Al-Qur’an yang merupakan kitab suci umat Islam yang dibakar? Dari rekam jejak aksi-aksinya, jelas bahwa Rasmus
Paludan adalah ekstremis radikal anti Islam.

Sikap Islamophobia Rasmus Paludan sengaja membonceng kebebasan berekspresi
dan menggunakan isu penolakan Rusia atas Swedia masuk NATO dengan mengkambinghitamkan Al-Qur’an.

Sungguh aneh di zaman ini, masih ada tokoh politik sebodoh Paludan. Ia berdalih kebebasan berekspresi, padahal kebebasan ekspresi yang digunakannya melebihi norma kepatutan dan melanggar hak-hak asasi berekspresi itu sendiri. Paludan telah melakukan penghinaan (blasphemous) terhadap umat Islam sedunia.

Editor

Comment