Bawaslu Gelar Rapat Bersama, Rusda Mahmud Hadir Sebagai Narasumber

Berita, Kolaka Utara1573 Views

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Kolaka Utara, (Kolut), menggelar Rapat Bersama terkait kegiatan penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilihan Umum. Kegiatan ini dihadiri Ketua Bawaslu Provinsi, Iwan Rompo Banne bersama jajarannya, dua narasumber, Anggota DPR RI, Rusda Mahmud, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten, H. Muhammad Idrus, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Nurgalia bersama jajarannya.

Kegiatan tersebut berlangsung selama satu hari di puri yasmin kota lasusua dengan diikuti berbagai kalangan baik Partai Politik, Mahasiswa, LSM, Penggiat Pemilu dan Masyarakat. Kamis (11/9/2025)

Ketua Badan Pengawas Pemilu Provinsi Sulawesi Tenggara, Iwan Rompo Banne menyampaikan bahwa kegaiatan pengawas pemilu ini merupakan program nasional dari Bawaslu Republik Indonesia yang dilaksanakan di semua Kabupaten, Kota, dan Provinsi.

“Tujuannya adalah untuk menguatkan pelaksanaan kewenangan tanggung jawab dan fungsi Bawaslu. Kemudian yang kedua untuk penguatan hubungan kelembagaan antar sesama penyelenggara pemilu,” ujar Iwan Rompo kepada awak media saat diwawancarai usai mengikuti pembukaan rapat penguatan kelembagaan pengas Pemilu. Kamis (11/9/2025)

Lebih lanjut, Iwan Rompo menyebut kemudian yang ketiga bagaimana memperkuat pelaksanaan pengawasan partisipatif. Mengapa ini harus dilakukan karena kita ketahui bahwa Bawaslu ini mempunyai tugas utama dalam mencegah pelanggaran dan memproses pelanggaran.

“Nah ini bisa berjalan dengan baik kalau mendapat dukungan semaksimalnya dari seluruh warga masyarakat melalui pengawasan partisipatif. Jadi itu sebenarnya tujuan dari kegiatan ini di selenggarakan,” ungkapnya

Sehingga yang diundang sebagai penerima mamdat adalah mereka yang kita identifikasi memang pernah berinteraksi dengan bawaslu seperti pegiat pemilu, kelompok rentan, alumni SKPP, partai politik, dan media termasuk di dalamnya.

“Karena kita sangat butuh media cetak, elektronik dan media online untuk menyebarluaskan pesan-pesan bagaimana pemilu semakin baik kedepannya karena kita sangat butuh media sehingga tujuan akhirnya untuk menuju demokrasi yang substansial,” sebutnya

Selain itu, Iwan Rompo juga menyinggung soal Kantor Bawaslu Kabupaten Kolaka Utara yang masih stutus sewa sampai saat ini.

“Jadi harapan kita kan begini, di Sulawesi Tenggara ini Bawaslu yang berstatus satker termandiri itu hanya ada dua, yaitu Kabupaten Muna dan Kabupaten Kolaka Timur. Kemudian tiga itu sudah menjadi UKM, yaitu Wakatobi, Konawe Utara, dan Konawe,” katanya

Setelah teridentifikasi, Kolaka Utara belum bisa karena kenapa ini tidak bisa menjadi satker disebabkan kantornya itu berstatus sewa sementara syarat untuk menjadi satker adalah dia memiliki kantor sendiri.

“baik itu hibah dari Pemerintah Daerah Kabupaten atau dipinjam pakaikan oleh pemerintah sehingga Bawaslu Kolaka Utara kantornya masih status sewa sehingga kita tidak bisa memproses untuk menjadi satger mandiri,” terangnya

Menurutnya, padahal Kolaka Utara adalah salah satu kabupaten yang sudah lama dimekarkan kalau dibandingkan dengan Kolaka Timur yang sudah jadi satker mandiri.

“Saya kira kita semua bisa sepakat adalah daerah pemekaran yang paling besar perkembangannya sehingga tentu wajar kalau kemudian Bawaslu juga diberikan perhatian oleh Pemerintah daerah,
diberikan hibah, atau kalau tidak, diberikan pinjam pakaikan fasilitas perkantoran yang mungkin ada kelebihan di lingkungan Pemerintah Daerah Kolut.” tuturnya

Ditempat yang sama, Ketua Bawaslu Kabupaten Kolaka Utara, Rusdi, S.Pd menyampaikan kegiatan ini sangat penting bagi kita semua untuk di ikuti dalam penguatan kelembagaan pengawas pemilu di wilayah Kabupaten Kolaka Utara,

“Kita berterima kasih kepada Pemkab Kolut yang terus memberi ruang, hubungan, dan komitmen sehingga tugas ke depan Bawaslu akan lebih baik lagi,” bebernya

Menurutnya, Untuk memenuhi kegiatan ini adalah bagaimana kita benar-benar satu komitmen, satu niat dalam pelaksanaan demokrasi kita ke depan berjalan dengan baik.

“Kita tahu bahwa pemilih itu bukan soal menyelurkan suara di kotak suara saja, tetapi itu adalah tentang sebuah harapan bagaimana daerah kita ini bisa berkembang  sehingga menghasilkan kekuatan demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat,”

Menurutnya, oleh karena itu tentu kita membutuhkan semua adalah penjaga dan penjaga yang itu adalah kita semua jadi hari ini kita akan membahas mulai dari kegiatan apa, dinamika yang terjadi saat ini.

“Nantinya akan dikupas langsung oleh Narasumber Bapak Pak Rusna Mahmud beserta dengan dua narasumber nasional bagian pemilu jadi saya berharap kepada Bapak-Ibu sekalian bisa berperan aktif bagaimana memberikan segala hal-hal yang bisa menjadi sebuah saran.” katanya

Laporan: Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment