BPBD Kolut Rilis Laporan Hasil Bencana Alam, Dua Kecamatan Terparah Kodeoha dan Tiwu

Berita, Kolaka Utara1108 Views

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Badan penanggulangan bencana daerah Kabupaten Kolaka Utara merilis secara resmi laporan hasil kejadian bencana alam hujan lebat yang terjadi pada Kamis (30/10/2025) dini hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Mukramin, S.E., melalui Sekretaris, Andi Setiawan, menjelaskan berdasarkan informasi dan hasil kaji tim penanggulangan bencana di lokasi kejadian, di antaranya:

“Lokasi terdampak bencana adalah Kecamatan Tiwu dan Kecamatan Kodeoha. Pertama, Desa yang berada di jalur sungai, yaitu Desa Mattirobulu, tidak ada korban jiwa. Rumah terdampak juga tidak ada, begitu pula sarana umum, nihil,” ujar Andi Setiawan melalui rilis resminya, Kamis (30/10/2025).

Lebih lanjut, Andi Setiawan menyebutkan bahwa di Desa Meeto, tidak ada korban jiwa, rumah terdampak nihil, tetapi 1 unit jembatan terputus dan jalan desa juga terputus sementara. Di Desa Lawadia, rumah warga terdampak pada awal banjir dan banjir susulan, sebanyak 20 unit rumah terendam air dan lumpur, serta 1 unit Pustu ikut terendam.

“Kebutuhan mendesak yang dibutuhkan adalah mobilisasi air bersih dan kebutuhan lainnya. Keempat, Desa Lapolu tidak ada korban jiwa dan rumah terdampak, serta kerusakan sarana umum juga nihil,” katanya.

Sementara di Desa Jabal Nur dan Desa Sawagaoha nihil, namun terdapat kerusakan intake PDAM air bersih di wilayah Kecamatan Kodeoha, sehingga layanan air bersih di semua desa mati total.

“Kebutuhan mendesak, perbaikan intake PDAM secepatnya sehingga kembali normal melayani pelanggan yang ada di wilayah Kecamatan Kodeoha dan normalisasi DAS yang rusak,” harapnya.

Menurutnya, kejadian diawali dengan curah hujan yang cukup deras yang mengguyur dua kecamatan tersebut selama kurang lebih 3 hingga 4 jam, sehingga debit air yang cukup banyak membawa material berupa kayu dan bebatuan, sehingga di beberapa sungai yang melintasi beberapa desa meluap.

“Akibatnya terjadi ablasi, merusak lingkungan daerah aliran sungai, sehingga menggenangi wilayah pemukiman dan rumah warga,” ungkapnya.

Menurutnya, penanganan sementara yang dilakukan oleh tim BPBD pertama masih terus melakukan pengumpulan informasi untuk pendataan lebih lanjut serta melaksanakan koordinasi dengan OPD terkait.

“Mengerahkan 1 unit mobil damkar. Menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada akan bencana susulan dan bencana alam jenis lainnya yang bisa saja terjadi di sekitar kita,” bebernya.

Laporan: Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment